Saturday, November 26, 2011

Berlari: Saya dan Internet (XLangkah Lebih Maju)


Tanpa pernah mengenal internet,

Selamanya, mungkin saya hanya akan bermimpi bisa melangkahkan kaki ke kota-kota di Indonesia, mencari ilmu di luar kota kelahiran saya. Menjelajah dari satu kompetisi ke kompetisi lain, meski kadang saya harus kalah dan menang sebagai pembelajar.

Selamanya, mungkin saya hanya akan bermimpi dan terus bertanya-tanya bagaimana caranya membuat nama saya muncul di mesin pencarian paling populer abad ini (Google), dan melongo terpana tak habis pikir bagaimana internet, yang konsepnya dikemukakan oleh J.C.R Licklider, bisa membuat seorang anggota brimob membius masyarakat Indonesia dengan demam caiya-caiya seketika.

Selamanya, mungkin saya akan berhenti dan hanya berputar-putar dalam mimpi-mimpi saya. kemungkinan terburuknya adalah saya bahkan tidak berani bermimpi.

Jadi, bukanlah permainan kata kalau saya bilang internet membuat hidup saya XLangkah lebih maju, dan tidaklah hiperbolik untuk beberapa langkah lebih maju, karena bagi saya konsep interaksi manusia melalui perangkat komputer dalam suatu jaringan itu sudah membawa hidup saya ratusan bahkan ribuan langkah dari titik awal saya mengenalnya.

Perkenalan saya dengan internet terjadi ketika saya masih mengenakan seragam putih biru. MiRC, friendster, dan kopdar atau blinddate adalah istilah populer di tengah pergaulan ABG era itu. Tapi sayang, saya yang belum lagi mengenal istilah cinta monyet ini, tidak tertarik dengan 'kencan buta-butaan', sehingga penjajakan saya dan internet baru terjadi beberapa waktu kemudian. Ibarat manusia, pertemuan pertama itu ya cuma sekedar kenalan, tidak ada ketertarikan terus nggak ketemu sekian lama. Tapi setelah berbulan-bulan kemudian ketemu lagi, kok tiba-tiba ada yang berubah dan banyak yang menarik? sehingga terbitlah keinginan untuk mengenal lebih jauh. Go with the flow kata orang mah.

Pendek kata, pendek cerita. Hubungan saya dan internet terus berkembang. Mulai dari kebersamaan mengerjakan tugas-tugas sekolah jaman putih abu-abu, mengejar hadiah hasil pengumpulan poin di warnet favorit deket sekolah (yang kalau dihitung-hitung, biaya yang dikeluarin buat poinnya jauh lebih besar daripada kalau beli barangnya langsung di toko), sampai berlari bersama mengejar ranking tertinggi di chanel MiRC (#Palembang). Bukan sekedar cari kenalan dengan orang baru, tanya FS (nah... tambah jadul dengernya ya?) trus tuker nomer HP dan ketemu sebelum berakhir happy ending sebagai pasangan baru atau kembali ke MiRC lagi, tapi internet membuat saya jadi tahu kalau mayoritas OP (operator) channel itu bisa menghabiskan waktu tanpa tidur sekian hari di depan komputer, atau ketemu manusia gua (computer freak) yang fokus membaca layar hitam penuh tulisan satu warna dengan berbagai simbol -yang belakangan saya tahu adalah proses pemecahan sistem keamanan secara illegal a.k.a hacking process.

Selain bisa mengenal dan berinteraksi dengan manusia-manusia dari planet iT, saya juga bisa melihat dunia luar selain kota kelahiran dan tumbuh kembang saya ini (Palembang). Bahwa di penjuru lain Indonesia ada banyak perguruan tinggi berkualitas yang terlambat saya kenal. Bahwa banyak mahasiswa inspiratif di luar sana yang membuat saya berusaha mengembangkan diri, melihat bagaimana mereka mewarnai masa kuliah dengan segudang aktifitas, bukan hanya berkutat antara kampus - kantin - rumah.

Keberanian berkompetisi juga tumbuh meski masih level lokal, tapi untuk English Debate, internet menyediakan banyak sekali informasi yang dibutuhkan. Mulai dari bagaimana debat itu sendiri hingga fakta-fakta dan data supportif yang dapat menguatkan argumen saat berdepat. Apapun motion (mosi)-nya, saya yakin saya selalu berada Xlangkah lebih maju dari peserta lain.

selain kompetisi, pengalaman, pelajaran, semangat berusaha... tentu saya juga mendapatkan buah manis dari perjuangan dan usaha yang keras. Bagaimana rasanya membayangkan sebuah XBOX 360 -yang kalau beli sendiri pasti membuat mikir 7 hari tujuh malem- sampai di rumah dalam keadaan sehat walafiat secara gratis karena menang lomba foto? saya sempat berpikir bahwa itu hanya mimpi, tapi ternyata bukan. saya benar-benar mendapatkannya :) Tidak hanya barang, rupiah, dan trophy, I got a lot karena internet memberi saya lebih dari barang dan rupiah. Lessons.


Setelah kuliah?
Saya yang semakin berani bermimpi dan semakin mengerti bagaimana menyusun dream-map to be true ini sangat-sangat terbantu dengan banyaknya informasi beasiswa, bagaimana melanjutkan studi, menggali informasi dari teman di kota lain, mencari tahu program studi dan perguruan tinggi favorit, hingga mempelajari jurnal-jurnal yang sangat tersedia, untuk membantu menapaki mimpi melanjutkan sekolah.


Internet memang tidak hanya menawarkan manfaat tapi juga dampak negatif yang seperti jurang, karena jika tak berhati-hati, kita akan terjerumus dalam. Tapi kita tidak akan pernah bisa maju dan mempunyai kehidupan yang posituf jika terus berpikir secara negatif. Lihat, betapa internet tidak hanya membuat saya melangkah dan terus maju menapai mimpi-mimpi saya, tetapi juga Xlangkah lebih maju dalam memandang, menganalisa, dan menyikapi dampak buruk yang terselip di dalamnya.

Betapa internet itu teman setia. Tidak pernah berhenti menemani saya berlari. Dia akan selalu ada, membawa motivasi dan angin perkembangan pada mereka yang melihat dunia dan harapan baru. Ya, dia akan selalu ada, dia terus berkata: "Aku selalu ada di sini, meski kamu berlari menjauh, menjelajah tempat baru, dan berada di ruang waktu yang lain, aku akan selalu ada, yang kamu perlukan untuk bersamaku hanya satu, Akses!".

0 comments:

Post a Comment