<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199</id><updated>2012-01-09T19:43:20.374-08:00</updated><category term='studidibelanda'/><category term='kompetiblog'/><category term='reregelo'/><category term='hari pahlawan'/><category term='random'/><category term='kuliah malam'/><category term='suara.nenggelo'/><category term='married'/><category term='win2blog'/><category term='kritikustapibukantikus'/><category term='writing contest pb+ 2010'/><category term='Xlangkah Lebih Maju'/><category term='Lomba blog dijaminmurah.com'/><category term='XL Award 2009'/><category term='#pemikiran #idealis #renungan'/><title type='text'>Aku Bukan Kamu, Dia atau Mereka</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-7663853953852966100</id><published>2011-12-05T17:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T17:53:55.312-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah malam'/><title type='text'>Kuliah Malam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Palembang, pukul 20:41,&lt;br /&gt;Di luar hujan, atau mungkin sudah reda. Yang jelas pantulan lampu memancar jelas dari jalanan yang basah. Mahasiswa di kelas ini sedang mengerjakan tugas. Berkutat dengan logika sendiri untuk mengerjakan soal. Saya? saya menanti, beranjak dari tempat duduk dengan periode waktu yang acak untuk melihat lebih dekat dari sisi mereka, meski sebetulnya di komputer saya semua pun bisa terlihat jelas. Perangkat lunak yang terinstall di komputer saya sama seperti CCTV untuk masing-masing siswa. itu salah satu kontribusi besar teknologi untuk dunia pendidikan. Dosen dimungkinkan memantau aktivitas mahasiswa dengan komputernya.&lt;br /&gt;Palembang, pukul 20:45&lt;br /&gt;saya masih duduk manis menunggui mahasiswa saya mengerjakan tugas. mata kuliah olah logika ini cukup membuat saya rebutan oksigen dengan mereka, karena fungsi otak mereka bekerja lebih keras dari sebelumnya dan memerlukan suplai energi lebih banyak. mereka mahasiswa tangguh. para pekerja di siang hari yang mengatur energi dan pikiran untuk mencari pengetahuan di bangku kuliah.&lt;br /&gt;mereka mahasiswa tangguh. mengatur emosi dan tenaga untuk menyerap ilmu dan mengerjakan setumpuk tugas dari dosen, di tengah tugas-tugas kantor di bawah Deadline. terbayang wajah atasan yang menanti tugas selesai sambil juga memikirkan bagaimana bisa menyelesaikan berbagai tugas kuliah. meski segelintir masih juga ada mahasiswa non-pekerja yang menganonimkan diri di tengah para mahasiswa-pekerja ini.&lt;br /&gt;dulu saya menempuh pendidikan normal, kuliah di siang sampai sore hari, meski sorenya saya mempunyai jadwal private atau kursus, tapi saya tahu bahwa saya tidak akan bisa maksimal untuk bekerja di siang hari dan kuliah di malam hari. jadwal kuliah malam di tempat saya bekerja sebelumnya adalah pukul 5 sore hingga 8:30 malam. namun, di tempat saya mengajar sekarang, jadwalnya sedikit lebih tidak manusiawi, pukul 6:30 - 9:30 malam.&lt;br /&gt;saya bukan mengeluh, untuk saya itu adalah pilihan dan tanggung jawab yang harus dijalani. tapi kembali lagi, bahwa semua mahasiswa saya hanyalah manusia biasa, sama dengan saya. saya merasa bahwa waktu perkuliahan tidak efektif. meski mereka punya energi yang cukup, tapi waktu 3 jam dengan break 15-20 menit untuk satu mata kuliah yang bobotnya 4 sks, akan menghasilkan output yang tidak optimal. pertama, energi mahasiswa pekerja tentu tidak maksimal. setelah 8 jam dihabiskan di kantor dan berjibaku dengan kemacetan lalu lintas mengejar kelas, tentu secara fisik mereka akan kelelahan. ditambah, permasalahan-permasalahan yang mungkin mereka hadapi di kantor. semuanya mencoba menyusup dan mencari ruang di dalam pikiran mereka. kedua, harus diperhitungkan berapa lama waktu maksimal seseorang untuk bisa fokus menyerap pengetahuan dengan energi sisa bekerja. bisa bertahan selama satu setengah jam dan menerima kemudian mengerti materi? itu sungguh luar biasa. ketiga, kewajiban diberikannya tugas kelas dan tugas rumah kepada mahasiswa, kadang (atau bahkan sering) membuat mahasiswa menilai dosen tidak manusiawi, sementara di sisi lain dosen yang bersangkutan harus berhadapan dengan kurikulum dan peraturan yang ditetapkan institusi.&lt;br /&gt;saya menghindari subjektivitas dalam penilaian, berusaha menegakkan objektivitas untuk semua. kondisi mereka adalah pekerja memang tidak seharusnya mempengaruhi penilaian akhir saya terhadap mereka. saya tidak boleh menimbulkan kecemburuan sosial mahasiswa siang dari royalnya saya memberikan nilai terhadap mahasiswa malam. tapi tentu saja, bagi saya mahasiswa pekerja itu luar biasa. :) tugas saya sekarang adalah menyampaikan pengetahuan secara maksimal dan terus mencari cara bagaimana mereka bisa menyerap pengetahuan secara optimal. happy teaching.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-7663853953852966100?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/7663853953852966100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/12/kuliah-malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7663853953852966100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7663853953852966100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/12/kuliah-malam.html' title='Kuliah Malam'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2950499339277680576</id><published>2011-11-26T18:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-01T01:09:48.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Xlangkah Lebih Maju'/><title type='text'>Berlari: Saya dan Internet (XLangkah Lebih Maju)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-RFBxJLmZliI/TtdD4v9dKhI/AAAAAAAAAgg/ISMOvXcZA-s/s1600/hotrod3g_icon.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 170px; height: 34px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RFBxJLmZliI/TtdD4v9dKhI/AAAAAAAAAgg/ISMOvXcZA-s/s320/hotrod3g_icon.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681084097177135634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tanpa pernah mengenal internet,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamanya, mungkin saya hanya akan bermimpi bisa melangkahkan kaki ke kota-kota di Indonesia, mencari ilmu di luar kota kelahiran saya. Menjelajah dari satu kompetisi ke kompetisi lain, meski kadang saya harus kalah dan menang sebagai pembelajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamanya, mungkin saya hanya akan bermimpi dan terus bertanya-tanya bagaimana caranya membuat nama saya muncul di mesin pencarian paling populer abad ini (Google), dan melongo terpana tak habis pikir bagaimana internet, yang konsepnya dikemukakan oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;em&gt;J.C.R Licklider&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, bisa membuat seorang anggota brimob membius masyarakat Indonesia dengan demam caiya-caiya seketika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamanya, mungkin saya akan berhenti dan hanya berputar-putar dalam mimpi-mimpi saya. kemungkinan terburuknya adalah saya bahkan tidak berani bermimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi, bukanlah permainan kata kalau saya bilang internet membuat hidup saya XLangkah lebih maju, dan tidaklah hiperbolik untuk beberapa langkah lebih maju, karena bagi saya konsep interaksi manusia melalui perangkat komputer dalam suatu jaringan itu sudah membawa hidup saya ratusan bahkan ribuan langkah dari titik awal saya mengenalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perkenalan saya dengan internet terjadi ketika saya masih mengenakan seragam putih biru. MiRC, friendster, dan kopdar atau blinddate adalah istilah populer di tengah pergaulan ABG era itu. Tapi sayang, saya yang belum lagi mengenal istilah cinta monyet ini, tidak tertarik dengan 'kencan buta-butaan', sehingga penjajakan saya dan internet baru terjadi beberapa waktu kemudian. Ibarat manusia, pertemuan pertama itu ya cuma sekedar kenalan, tidak ada ketertarikan terus nggak ketemu sekian lama. Tapi setelah berbulan-bulan kemudian ketemu lagi, kok tiba-tiba ada yang berubah dan banyak yang menarik? sehingga terbitlah keinginan untuk mengenal lebih jauh. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Go with the flow&lt;/span&gt; kata orang mah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendek kata, pendek cerita. Hubungan saya dan internet terus berkembang. Mulai dari kebersamaan mengerjakan tugas-tugas sekolah jaman putih abu-abu, mengejar hadiah hasil pengumpulan poin di warnet favorit deket sekolah (yang kalau dihitung-hitung, biaya yang dikeluarin buat poinnya jauh lebih besar daripada kalau beli barangnya langsung di toko), sampai berlari bersama mengejar ranking tertinggi di chanel MiRC (#Palembang). Bukan sekedar cari kenalan dengan orang baru, tanya FS (nah... tambah jadul dengernya ya?) trus tuker nomer HP dan ketemu sebelum berakhir &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;happy ending&lt;/span&gt; sebagai pasangan baru atau kembali ke MiRC lagi, tapi internet membuat saya jadi tahu kalau mayoritas OP (operator) channel itu bisa menghabiskan waktu tanpa tidur sekian hari di depan komputer, atau ketemu manusia gua (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;computer freak&lt;/span&gt;)&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; &lt;/span&gt;yang fokus membaca layar hitam penuh tulisan satu warna dengan berbagai simbol -yang belakangan saya tahu adalah proses pemecahan sistem keamanan secara illegal a.k.a &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;hacking process&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;elain bisa mengenal dan berinteraksi dengan manusia-manusia dari planet iT, saya juga bisa melihat dunia luar selain kota kelahiran dan tumbuh kembang saya ini (Palembang). Bahwa di penjuru lain Indonesia ada banyak perguruan tinggi berkualitas yang terlambat saya kenal. Bahwa banyak mahasiswa inspiratif di luar sana yang membuat saya berusaha mengembangkan diri, melihat bagaimana mereka mewarnai masa kuliah dengan segudang aktifitas, bukan hanya berkutat antara kampus - kantin - rumah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Keberanian berkompetisi juga tumbuh meski masih level lokal, tapi untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:georgia;"&gt;English Debate&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, internet menyediakan banyak sekali informasi yang dibutuhkan. Mulai dari bagaimana debat itu sendiri hingga fakta-fakta dan data supportif yang dapat menguatkan argumen saat berdepat. Apapun &lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic;font-family:georgia;"&gt;motion&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (mosi)-nya, saya yakin saya selalu berada Xlangkah lebih maju dari peserta lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;selain kompetisi, pengalaman, pelajaran, semangat berusaha... tentu saya juga mendapatkan buah manis dari perjuangan dan usaha yang keras. Bagaimana rasanya membayangkan sebuah XBOX 360 -yang kalau beli sendiri pasti membuat mikir 7 hari tujuh malem- sampai di rumah dalam keadaan sehat walafiat secara gratis karena menang &lt;/span&gt;&lt;a style="FONT-FAMILY: georgia" href="http://kontes.kompas.com/mwsm/m.php#News%20Maniac/287/2009-05-30"&gt;lomba foto&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;? saya sempat berpikir bahwa itu hanya mimpi, tapi ternyata bukan. saya benar-benar mendapatkannya :) Tidak hanya barang, rupiah, dan&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt; trophy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, I got a lot &lt;/span&gt;karena internet memberi saya lebih dari barang dan rupiah&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;. Lessons.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah kuliah?&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya yang semakin berani bermimpi dan semakin mengerti bagaimana menyusun &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;dream-map to be true &lt;/span&gt;ini sangat-sangat terbantu dengan banyaknya informasi beasiswa, bagaimana melanjutkan studi, menggali informasi dari teman di kota lain, mencari tahu program studi dan perguruan tinggi favorit, hingga mempelajari jurnal-jurnal yang sangat tersedia, untuk membantu menapaki mimpi melanjutkan sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet memang tidak hanya menawarkan manfaat tapi juga dampak negatif yang seperti jurang, karena jika tak berhati-hati, kita akan terjerumus dalam. Tapi kita tidak akan pernah bisa maju dan mempunyai kehidupan yang posituf jika terus berpikir secara negatif. Lihat, betapa internet tidak hanya membuat saya melangkah dan terus maju menapai mimpi-mimpi saya, tetapi juga Xlangkah lebih maju dalam memandang, menganalisa, dan menyikapi dampak buruk yang terselip di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa internet itu teman setia. Tidak pernah berhenti menemani saya berlari. Dia akan selalu ada, membawa motivasi dan angin perkembangan pada mereka yang melihat dunia dan harapan baru. Ya, dia akan selalu ada, dia terus berkata: "&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Aku selalu ada di sini, meski kamu berlari menjauh, menjelajah tempat baru, dan berada di ruang waktu yang lain, aku akan selalu ada, yang kamu perlukan untuk bersamaku hanya satu, Akses&lt;/span&gt;!". &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2950499339277680576?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2950499339277680576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/11/berlari-saya-dan-internet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2950499339277680576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2950499339277680576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/11/berlari-saya-dan-internet.html' title='Berlari: Saya dan Internet (XLangkah Lebih Maju)'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RFBxJLmZliI/TtdD4v9dKhI/AAAAAAAAAgg/ISMOvXcZA-s/s72-c/hotrod3g_icon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-7223063992230766811</id><published>2011-10-17T06:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T06:56:23.575-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='#pemikiran #idealis #renungan'/><title type='text'>Seribu Dua ribu ala Penyair Jalanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tidak tahu pastinya kapan mereka mulai berbaur menjadi satu di  jalanan, di dalam bus-bus sejuta pengharapan tepatnya. Ini kali kedua  saya berada di situasi yang cukup menegangkan.&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Lapar…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Lapar Tuan, Lapar Nyonya…&lt;br /&gt;Lapar itu sangat menyakitkan!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;lelaki itu berteriak kencang membacakan syair yang lebih tepat  dikatakan umpatan, cacian, atau makian terhadap keadaan. dari caranya  berteriak, dia cukup kuat untuk menjadi kuli angkut atau kuli bangunan  daripada di bus kota.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja mereka tidak bersenandung, melantunkan lagu-lagu melayu  seperti lazimnya pengamen simpang empat atau membawakan indo pop yang  digandrungi remaja saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;saya merogoh kantong dengan hati-hati, mencoba menemukan pecahan  kecil rupiah. dalam hati memang ingin memberi, tapi yang terjadi? kamu  justru akan membaca lebih banyak takut dari bahasa tubuh saya. Betapa  tidak…&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;daripada kami mencopet,&lt;br /&gt;merampok harta Anda,&lt;br /&gt;lebih baik kami membaca puisi&lt;br /&gt;seribu dua ribu tidak ada artinya bagi tuan dan nyonya!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;ada unsur pemaksaan, penekanan, dan bumbu ancaman. Kontan saja  penumpang lain langsung merapatkan barang bawaannya. Khawatir  kalau-kalau para penyair jalanan itu kalap atau gelap mata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah kapan mereka mulai menjadi penghuni baru komplek simpang empat,  berdampingan dan bertetangga dengan pengemis, pengamen, preman, dan  mereka yang menjadikan jalanan sebagai tempat tinggalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aih, andai saja mereka tahu betapa berartinya seribu dua ribu itu.&lt;br /&gt;andai  mereka tahu betapa susah dan bersabarnya pedagang kecil di sudut pasar,  bersimbah peluh menunggu pembeli hanya untuk seribu dua ribu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;betapa mereka yang tak sempurna fisiknya menaruh harap akan fisik yang sempurna seperti mereka punya.&lt;br /&gt;betapa banyak dari mereka yang tak sempurna fisiknya mengharamkan dirinya dari meminta-minta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Lapar…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;Lapar Tuan, Lapar Nyonya…&lt;br /&gt;Lapar itu sangat menyakitkan!&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Ah, lagi-lagi perut kosong dapat membuat orang melakukan berbagai  cara hingga tak jarang membiaskan batas kewajaran, apalagi halal dan  haram.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-7223063992230766811?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/7223063992230766811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/10/seribu-dua-ribu-ala-penyair-jalanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7223063992230766811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7223063992230766811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/10/seribu-dua-ribu-ala-penyair-jalanan.html' title='Seribu Dua ribu ala Penyair Jalanan'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2382946240631305377</id><published>2011-10-16T19:10:00.001-07:00</published><updated>2011-10-16T19:10:46.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='random'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='married'/><title type='text'>Being 20's Vs Get Married</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', HelveticaNeue, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14px; color: rgb(68, 68, 68); line-height: 19px; "&gt;&lt;p style="text-align: justify;outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 0px !important; margin-bottom: 10px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; "&gt;di Indonesia, mau di kota besar atau bukan, ketika wanita menginjak usia 20 tahunan, lazim sekali lingkungannya akan mengarahkan pembicaraan, pemikiran, atau sekedar pertanyaan tentang pernikahan. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; "&gt;Lebih lagi jika si wanita ternyata sudah menyelesaikan studi dan mendapat gelar sarjana di awal 20 tahunan. Tanpa paksaan dan tuntutan yang begitu berarti akan pekerjaan dan karir yang matang nan menjulang, para wanita akan mulai diarahkan untuk memikirkan pernikahan, keluarga, anak, dan lain sebagainya. pendek kata adalah keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 0px; margin-left: 0px; "&gt;ketika si wanita sudah terlalu asyik berkarir, atau mengikuti&lt;em style="outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 0px !important; "&gt; passion &lt;/em&gt;untuk bekerja di perusahaan atau meneruskan &lt;em style="outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-bottom: 0px !important; "&gt;study &lt;/em&gt;sampai ke jenjang yang lebih tinggi lagi, masyarakat mulai mempertanyakan “bagaimana pendamping hidupnya kelak?” bahkan banyak yang mencibir bahwa ketika karir seorang wanita itu terlalu gemilang atau prestasi akademiknya terlalu baik… maka semakin sulit menemukan pendamping. Tidak lain karena masih banyak pria yang mempertahankan pakem mereka harus lebih tinggi baik dari segi karir ataupun pendidikan dari istri mereka. Aih.. terlalu sempit pandangan seperti ini sebetulnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 10px; margin-bottom: 0px !important; margin-right: 0px; margin-left: 0px; "&gt;padahal menikah bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipikirkan, apalagi di awal 20 tahunan. mengutip seorang teman “&lt;em style="outline-width: 0px; outline-style: none; outline-color: initial; margin-top: 0px !important; margin-bottom: 0px !important; "&gt;married is not only about having a house and lets live together&lt;/em&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2382946240631305377?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2382946240631305377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/10/being-20s-vs-get-married.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2382946240631305377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2382946240631305377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2011/10/being-20s-vs-get-married.html' title='Being 20&apos;s Vs Get Married'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2104176693062026417</id><published>2010-11-10T06:24:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T07:05:06.820-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hari pahlawan'/><title type='text'>Konsep Kepahlawanan dan Upacara Hari Pahlawan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk seorang aku, guru adalah pahlawan, meski mereka dekat dengan label 'pahlawan tanpa tanda jasa'... gelar kehormatan itu mengingatkanku pada potongan percakapan di sebuah swalayan beberapa waktu lalu -antara seorang teman dan guru semasa sekolahnya- "ya, Ibu akan selalu begini, ketika semua murid Ibu sudah jadi pengusaha, pegawai bank, bahkan menteri sekalipun... Ibu akan tetap begini, jadi pahlawan tanpa tanda jasa. Namanya juga pahlawan tanpa tanda jasa ya begini-begini saja, tapi itu (pahlawan tanpa tanda jasa_red) kan nggak bisa dipake buat makan jaman sekarang ini". Miris, tapi itulah kenyataannya. Guru tidak punya jatah khusus untuk mendapat tempat tinggal abadi khusus seperti pahlawan-pahlawan nasional, mereka juga tidak punya seragam khusus yang ditempel dan digantungi berbagai lambang jasa, jenjang karirnya tak secepat pekerja lain, dan hasil dari kerja kerasnya hanyalah untuk menyambung hidup dan kebanggaan melihat murid-muridnya berhasil dalam hidup. Maka dari itu, jadilah guru sebagai pahlawan bagi seorang aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konsep Kepahlawanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid sekolah dasar yang ditanya tentang siapa sosok pahlawan baginya mungkin akan menjawab Pak Polisi atau Pak Dokter yang pernah membantu mereka, atau ketikalebih dewasa berkata bahwa Ayah dan Ibunya lah yang menjadi sosok pahlawan bagi mereka. Melihat apa yang dilakukan seseorang, perjuangan dan efek yang terjadi terhadap diri mereka hingga akhirnya berhasil menyimpulkan siapa yang pantar menjadi sosok pahlawan bagi mereka.&lt;b&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pahlawan#cite_note-0"&gt;Pahlawan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah beran&lt;span&gt;i [1]&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Sementara &lt;b&gt;Gelar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pahlawan_nasional_Indonesia"&gt;Pahlawan Nasional Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; diberikan kepada mereka yang berjasa kepada Negara Republik Indonesia dan mereka yang berjuang dalam proses untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia [2]. Ada konsep yang sangat fleksibel, tak memiliki jumlah kriteria pasti dan dapat berubah sewaktu-waktu -artinya gelar dapat hilang kapan saja- dalam konsep kepahlawanan secara individual atau kelompok tertentu. Namun, untuk sosok pahlawan nasional telah baku ketetapan dan kriterianya, ada tata cara penetapan, pembinaan terhadap pahlawan, dan pemberian penghargaan terhadap pahlawan [3].&lt;br /&gt;Untuk menetapkan sosok pahlawan per individu maka kita tidak diwajibkan menganalisa kriteria calon pahlawan kita, tidak perlu mendapat persetujuan pihak-pihak terkait dan tidak perlu menunggu penetapan resmi yang melalui proses yang panjang. Berbeda halnya dengan menetapkan sosok pahlawan nasional, maka semua masyarakat dari suatu negara haruslah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;berembuk&lt;/span&gt; dan melalui proses analisis yang benar dan mencapai mufakat dalam menetapkan seseorang sebagai pahlawan nasional. Mengorganisir dan menyeleraskan pendapat dari beberapa kepala tentulah tidak akan semudah memutuskan secara individual, maka prosesnya tentulah akan diwarnai pro dan kontra. Jadi tentang kontradiksi itu hal yang lumrah terjadi dalam proses memutuskan sesuatu yang harus disepakati oleh banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak ada lagi upacara hari pahlawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah diundur ke hari lain atau terlewatkan karena ada 'peristiwa yang lebih penting dari sekedar seremonial' atau karena alasan lainnya... maka tak terdengar gaum peringatan hari pahlawan tepat 10 November 2010. Bertanya kepada salah satu murid saya yang duduk di sekolah dasar, dia menjawab tak ada upacara peringatan hari besar nasional apa pun di sekolahnya... bahkan dia pun tak tahu menahu tentang hari besar nasional yang jatuh pada hari ini. lagi-lagi sosialisasi nilai sejarah tak menjangkau generasi sekarang. Bukan seremonial, bukan sekedar peringatan, dan bukan sekedar bentuk keramaian tertentu yang ingin aku lihat, tapi bentuk evaluasi diri dan penghargaan terhadap pahlawan seperti apa yang dimiliki oleh masyarakat era ini dan generasi-generasi yang baru terlahir. Maka nyatalah bahwa tak ada lagi upacara hari pahlawan atau pun kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menanamkan dan memperkuat rasa kepahlawanan dalam tiap generasi sekarang ini.&lt;br /&gt;[1] Kamus Besar Bahasa Indoensia&lt;br /&gt;[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pahlawan_nasional_Indonesia&lt;br /&gt;[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pahlawan_nasional_Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2104176693062026417?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2104176693062026417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/11/konsep-kepahlawanan-dan-upacara-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2104176693062026417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2104176693062026417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/11/konsep-kepahlawanan-dan-upacara-hari.html' title='Konsep Kepahlawanan dan Upacara Hari Pahlawan'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-3398017106761638369</id><published>2010-11-07T02:37:00.001-08:00</published><updated>2010-11-07T03:19:12.437-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><title type='text'>Pekerja dan Mempekerjakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bekerja, berlabel pekerja, untuk orang lain... melakukan tugas yang disesuaikan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;job desc&lt;/span&gt; tertentu sejalan dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pihak-pihak yang mempekerjakan kita. Sementara keinginan terbesar seorang aku adalah berada di posisi dapat, mampu, dan sanggup mempekerjakan orang lain, mengatur dan menetapkan peraturan sendiri, menganalisa, mengatasi masalah atas hasil analisa sendiri hingga menanggung resiko atau efek dari keputusan yang telah diambil. Namun lingkungan sosial, masyarakat yang menetapkan aturan-aturan, pandangan, tingkatan dalam hubungannya sesama manusia [terutama di Indonesia] sebagian besar masih terus berkutat pada pola pikir 'mahasiswa harus bekerja setelah menyelesaikan studinya di universitas'... menjadi karyawan di BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atau perusahaan-perusahaan ternama hingga menjadi pegawai pemerintahan adalah sesuatu yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wah &lt;/span&gt;dan secara otomatis meningkatkan kedudukan seseorang di tengah-tengah masyarakat -paling tidak di lingkungannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Job fair &lt;/span&gt;yang digelar di berbagai kota tak pernah sepi pengunjung, persis seperti konser musik atau audisi ajang pencarian bakat yang berjubel-jubel. Jangankan alumni universitas di luar pulau Jawa, mereka yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;notabene&lt;/span&gt;nya alumni lulusan ternama  di negeri pertiwi ini rela berbaur dengan alumni dari berbagai universitas yang lain dan membawa segala macam dokumen pencitraan diri yang kiranya dapat membuat perusahaan-perusaahan peserta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;job fair &lt;/span&gt;sudi melirik dan menjadikan mereka bagian dari perusahan tersebut. Tak jarang mereka pun harus berjuang hingga ke luar pulau Jawa dan bersaing dengan penduduk lokal, menjadi cibiran dan objek rasa iri para penduduk lokal yang tidak mau lahannya diambil oleh penduduk pendatang. Namun apa daya, itulah adanya di negeri ini, ketika merantau adalah jalan satu-satunya yang harus dipilih dan dijalani ketika lahan di rumah sendiri tak jua mencukupi. Pekerja dan mempekerjakan... kapan kata itu akan berganti posisi... dari yang mendominasi menjadi tak dominan dan mempekerjakan menjadi identitas bangsa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-3398017106761638369?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/3398017106761638369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/11/pekerja-dan-mempekerjakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3398017106761638369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3398017106761638369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/11/pekerja-dan-mempekerjakan.html' title='Pekerja dan Mempekerjakan'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-3715723860812367858</id><published>2010-10-29T18:21:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:50:17.673-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><title type='text'>Sumpah Pemuda: 'Peringatan' yang terlupakan</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center; FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bangun pemudi pemuda Indonesia&lt;br /&gt;Tangan bajumu singsingkan untuk negara&lt;br /&gt;Masa yang akan datang kewajibanmu lah&lt;br /&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;br /&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;br /&gt;... "&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Lagu patriotik kepemudaan menggema di dalam lapangan basket indoor tempat berlangsungnya upacara. 28 Oktober 2010. Akan tetapi, lagu itu tersendat di bait kedua, hingga saat lagu itu dinyanyikan lagi dari awal... lagu itu masih dibawakan dengan suara terputus-putus. Ada yang hanya mengikuti di akhir, ada yang berhenti bernyanyi dan mengikuti lagi pada lirik yang diingat kemudian, dan ada yang bertanya ke kiri kanan apa gerangan lanjutan liriknya. Padahal, ruangan itu dipadati ribuan orang yang 90 persennya adalah siswa/i SMP dan SMA yang sejatinya masih akrab betul dengan lagu-lagu wajib nasional. Entah karena lagu-lagu tersebut sudah tidak terdaftar dalam bagian mata pelajaran kesenian atau karena kepedulian dan kebanggaan akan lagu-lagu nasional kian pudar, maka pembawaan lagu patriotik itu harus tersendat-sendat, jauh berbeda ketika aku masih duduk di bangku sekolah dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMt9Hr6WA3I/AAAAAAAAAbU/7xccWxGCbIw/s1600/101_7748.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 390px; DISPLAY: block; HEIGHT: 292px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533654138154779506" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMt9Hr6WA3I/AAAAAAAAAbU/7xccWxGCbIw/s320/101_7748.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;(suasana sebelum upacara berlangsung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMt9IT6I9KI/AAAAAAAAAbc/-H2tvo8GgpY/s1600/101_7751.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 392px; DISPLAY: block; HEIGHT: 292px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533654148891341986" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMt9IT6I9KI/AAAAAAAAAbc/-H2tvo8GgpY/s320/101_7751.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;(saat mengheningkan cipta, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;br /&gt;I miss this part in every single ceremony...&lt;/span&gt; &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;remembering the heroes and what they did to this country&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang terjadi beruntun di tanah air memang menyita perhatian seluruh negeri bahkan masyarakat dari belahan dunia yang lain turut bersimpati akan apa yang terjadi di bumi pertiwi. Indonesia berduka, Ibu Pertiwi menangis lagi. Di tengah duka yang menyelimuti negeri, ada satu momen besar yang terabaikan, Sumpah Pemuda. Aku membuka jejaring sosial tepat di 28 Oktober 2010, usai melaksanakan upacara di lapangan basket indoor Palembang. Tidak ada peringatan itu, tidak ada kalimat-kalimat cerminan Peringatan Sumpah Pemuda, seakan ada nuansa tak bersemangat, pemuda-pemuda yang merupakan dominasi pengguna jejaring sosial itu kian sibuk dengan aktifitas dan eksistensinya di dunia maya. Aku bukanlah orang yang tinggal di masa lalu, juga bukan bagian dari pemuda-pemuda yang memproklamirkan "&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;bertanah&lt;/span&gt; air satu, berbangsa satu, berbahasa satu, Indonesia" itu, tak juga ahli sejarah atau peneliti korelasi teknologi dan pudarnya nilai-nilai patriotisme di kalangan remaja. Aku hanyalah satu dari segelintir orang yang merindukan semangat sumpah pemuda di sekitarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMuBbkW_oWI/AAAAAAAAAbk/ZXQw9aRru8k/s1600/101_7760.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMuBb28U2OI/AAAAAAAAAbs/sslOWHcl3fI/s1600/101_7762.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 352px; DISPLAY: block; HEIGHT: 263px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533658882759776482" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMuBb28U2OI/AAAAAAAAAbs/sslOWHcl3fI/s320/101_7762.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;(upacara selesai, namun perjuangan mereka belumlah usai...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMuBcM0WS8I/AAAAAAAAAb0/zYyswaItJbY/s1600/101_7766.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 358px; DISPLAY: block; HEIGHT: 268px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533658888631897026" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMuBcM0WS8I/AAAAAAAAAb0/zYyswaItJbY/s320/101_7766.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;(inilah yang tersisa seusai seremonial, seusai peringatan-peringatan besar, sampah... teronggok tak bernilai hingga ada tangan-tangan brilian yang mengambilnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumpah pemuda bukanlah peringatan semata, tidak hanya tercermin dari pelaksanaan upacara saja, jauh lebih penting penanaman nilai-nilai patriotisme, usaha menumbuhkan karakter kepemudaan bangsa, dan pengenalan nilai-nilai sejarah kepada generasi baru agar mereka tak jadi generasi tamu di negeri ini. Sumpah pemuda adalah satu kekuatan pemersatu, memaknai sumpah pemuda sama halnya dengan memaknai bahwa bangsa ini satu... dengan segala keberagaman dan masalah yang ada, maka kembali bersatu dan menguatkan persatuan adalah jalan keluar mutlak untuk bangkit. Selamat hari sumpah pemuda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-3715723860812367858?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/3715723860812367858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/sumpah-pemuda-peringatan-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3715723860812367858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3715723860812367858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/sumpah-pemuda-peringatan-yang.html' title='Sumpah Pemuda: &apos;Peringatan&apos; yang terlupakan'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMt9Hr6WA3I/AAAAAAAAAbU/7xccWxGCbIw/s72-c/101_7748.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-4767971806168165386</id><published>2010-10-24T06:37:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:51:24.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><title type='text'>Pengunjung Museum Masih Ada!</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Segala sesuatu yang bersifat &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;general &lt;/span&gt;-atau umum atau bisa dibilang lumrah terjadi- itu sedikit membosankan... mengingat, di tengah homogenisasi yang memberi warna adalah mereka yang berhasil menjadi berbeda, khas, unik tapi tetap &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;original&lt;/span&gt;. Tidak hanya berlaku untuk manusia di antara manusia lain, tapi berlaku untuk segala hal terjauh sekalipun yang sanggup kamu pikirkan dengan batas ambang daya pikir manusia yang telah ditetapkan Tuhan. Hari ini, entah karena pada dasarnya aku tidak terlalu nyaman menjadi sama dan melakukan yang sama dengan orang lain, atau memang ide-ide brilian lainnya sedang tak ingin mampir untuk diaplikasikan... jadilah hari ini aku menghabiskan waktu di beberapa museum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;sebelum berangkat haruslah menentukan tujuan, &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;search&lt;/span&gt; daftar museum di &lt;a href="http://www.blogger.com/www.google.com"&gt;google&lt;/a&gt; dan akhirnya dapet &lt;a href="http://wayang.wordpress.com/2010/03/06/daftar-museum-di-indonesia/"&gt;daftar museum&lt;/a&gt; yang ada di Palembang. Sepatuku hampir menapak di semua museum yang ada itu, meski di satu museum... kakiku hanya diijinkan menapak hingga berandanya saja -LOL- (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;bad news, &lt;/span&gt;hari ini juga aku belum berkesempatan untuk masuk, melihat, dan mengenal isi museum itu). Hal itu juga menunjukkan bahwasannya ada satu pengunjung museum yang potensial disini... hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Berbekal daftar museum yang ada di Palembang dan tahu persis dimana lokasinya... berangkatlah aku dengan penuh semangat menghabiskan akhir pekan untuk sesuatu yang berbeda. Berbagai ide dan kemungkinan tindakan yang akan dilakukan berdesakkan bak penumpang &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;busway &lt;/span&gt;di Ibukota... tapi sayang seribu sayang harus ada kecewa ketika sampai di depan Musem &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenan_Kapau_Gani"&gt;Dr. A. K. Gani&lt;/a&gt; di Jl. M. P. Mangkunegara, pintunya tertutup rapat, sebuah gembok terpasang penuh kuasa, museum tutup. Padahal jelas sekali dari papan pengumuman di depannya bahwa museum itu buka setiap hari untuk waktu tertentu yang aku yakin saat aku menginjakkan kaki disitu adalah saat yang tepat. Tersembunyi di balik sebuah pom bensin... yang terlihat dari luar hanyalah patung &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenan_Kapau_Gani"&gt;Dr. A. K. Gani &lt;/a&gt;dari sisi pom bensin, di belakangnya hanyalah bangunan tua tak menarik dari sisi pewarnaan, seperti rumah penduduk biasa, padahal itulah bangunan yang menyimpan banyak informasi penting, sejarah yang membangun apa yang ada saat ini. Bangunan museum kurang dirawat, tak ada staf yang tampak untuk memberi informasi, tak ada pemberitahuan tentang mengapa museum tidak dibuka pada saat itu, dan tak ada pengunjung lain yang datang hingga semua pertanyaan berhenti pada kata tanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;I will never stop&lt;/span&gt;, akan ada saatnya aku bisa masuk ke sana, mungkin memang tidak untuk hari ini. Melangkah ke tujuan selanjutnya &lt;a href="http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=content&amp;amp;id=27"&gt;Monpera&lt;/a&gt; -Monumen Perjuangan Rakyat-, dibangun untuk mengenang pertempuran 5 hari 5 malam yang terjadi di Palembang. Jujur saja, aku juga baru tahu bahwa di dalam monumen itu ada museum yang memuat sejarah revolusi Indonesia... itu pun dari tayangan di televisi, artinya, informasi tentang museum belum tersebar secara merata untuk masyarakat kota Palembang sementara orang-orang dari luar daerah jauh lebih peduli dan peka terhadap hal-hal penting yang ada di kota Palembang. &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Better late than never&lt;/span&gt;, maka jadilah hari ini aku bertransformasi dari manusia yang tak tahu menjadi tahu. Lagi-lagi aku harus menahan kecewa ketika sampai di &lt;a href="http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=content&amp;amp;id=27"&gt;Monpera&lt;/a&gt; dan mendapati bahwa museum dalam keaadaan tidak terbuka untuk umum dan aku harus kembali esok jika masih ingin mendapatkan apa yang aku inginkan... tidak hanya museum &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adenan_Kapau_Gani"&gt;Dr. A. K. Gani&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.sumselprov.go.id/index.php?module=content&amp;amp;id=27"&gt;Monpera&lt;/a&gt; saja yang tutup, bahkan museum Sultan Mahmud Badaruddin II juga tutup. Hingga muncul satu pertanyaan besar di kepalaku, "&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Mengapa museum tutup pada&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt; hari minggu?&lt;/span&gt;", padahal hari minggu adalah hari yang memungkinkan lebih banyak orang datang berkunjung karena terbebas dari kegiatan wajib pada hari kerja. Terbukti dari banyaknya pengunjung yang ada di halaman museum... meski tak sebanyak pengunjung mall, tapi akan sangat bermanfaat jika mereka bisa masuk dan mendapatkan informasi mengenai museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMRJi9E73aI/AAAAAAAAAa8/BadOwrvuHHk/s1600/101_7674.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 273px; DISPLAY: block; HEIGHT: 364px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531627107177455010" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMRJi9E73aI/AAAAAAAAAa8/BadOwrvuHHk/s320/101_7674.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;(Pengunjung Monpera yang hanya bisa menikmati Monpera dari sisi luar, karena museum dalam keadaan tutup di akhir pekan [minggu_red])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil berkelana di beberapa museum, membuat aku melihat kondisi bangunan-bangunan pusat informasi sejarah suatu daerah bahkan negara, berada dalam kondisi memprihatinkan dengan penataan konvensional dan minimnya staf atau pusat informasi mengenai museum yang bersangkutan. Namun, perjalanan hari ini juga membuktikan bahwa PENGUNJUNG MUSEUM MASIH ADA, dan untuk pengunjung yang masih ada ... keberlangsungan museum juga masih perlu dirawat dan dipromosikan hingga masyarakat setempat mengenal sejarah tempat dia tinggal dan bangsanya. Berharap bahwa semua museum yang ada di Palembang akan buka setiap hari dan mendapat pengunjung lebih banyak dan lebih banyak lagi, dengan kondisi yang semakin membaik dan sejarah di dalamnya tetap terjaga untuk para generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-4767971806168165386?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/4767971806168165386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/pengunjung-museum-masih-ada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4767971806168165386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4767971806168165386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/pengunjung-museum-masih-ada.html' title='Pengunjung Museum Masih Ada!'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TMRJi9E73aI/AAAAAAAAAa8/BadOwrvuHHk/s72-c/101_7674.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2277225712439911641</id><published>2010-10-20T08:01:00.000-07:00</published><updated>2010-10-20T08:12:00.842-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reregelo'/><title type='text'>Good News &amp; Bad News</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;"Sometimes people come to you&lt;br /&gt;and say that they have both the good and bad news for you,&lt;br /&gt;then they ask whether you want to have the good or the bad for the first...&lt;br /&gt;it's been common to have the bad first,&lt;br /&gt;and I have both the good and bad news for you reader -actually it's just for me myself&lt;br /&gt;sharing is a good action anyway... lol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;it's not the best time for me to get what I want..&lt;br /&gt;I've to wait lil longer that I expected,&lt;br /&gt;but I believe that there will be the best time for me to have what I want&lt;br /&gt;it's related to my ITP result, under my target and the minimum score of those scholarships,&lt;br /&gt;fewer some points... huft.&lt;br /&gt;:) I will never give up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then the good news...&lt;br /&gt;when I went to Jakarta I did really want to have cute batik bag,&lt;br /&gt;but I couldn't buy that,&lt;br /&gt;yesterday... just several days after,&lt;br /&gt;I got that bag from the parents of my student as a gift.&lt;br /&gt;what a nice moment,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see... there will be happiness even when you feel so bad in life."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2277225712439911641?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2277225712439911641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/good-news-bad-news.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2277225712439911641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2277225712439911641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/good-news-bad-news.html' title='Good News &amp; Bad News'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-1528694264041697361</id><published>2010-10-18T07:50:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:56:11.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reregelo'/><title type='text'>Mahasiswa Generasi Internet</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;Mahasiswa-mahasiswa generasi internet ini&lt;br /&gt;menginginkan semuanya (materi kuliah)&lt;br /&gt;tersedia dengan bebas di hadapan mereka&lt;br /&gt;sebebas mereka mendownload video di youtube&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copy paste, dibuka ketika mata kuliah berlangsung,&lt;br /&gt;tanpa pernah dicuri baca ketika begitu banyak waktu luang&lt;br /&gt;lebih dipilih untuk bersenang-senang di pusat hiburan&lt;br /&gt;dicetak ukuran paling kecil&lt;br /&gt;dikemas dalam begitu banyak lipatan&lt;br /&gt;dan terbuka lebar kala ujian&lt;br /&gt;terselip di berbagai tempat tak terbayangkan&lt;br /&gt;menjadi acuan paling utama untuk mengerjakan soal&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aih... sampai detik ini&lt;br /&gt;aku masih begitu menghargai&lt;br /&gt;semua kenangan berjibaku dengan buku-buku penunjang perkuliahan&lt;br /&gt;tapi MEREKA!&lt;br /&gt;tak sedikitpun menaruh respek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya...&lt;br /&gt;dilihat dari sudut mana pun&lt;br /&gt;aku memang tak mempunyai potongan dosen...&lt;br /&gt;jika aku berada di posisi mereka,&lt;br /&gt;aku juga punya gambaran yang sama tentang sosok dosen yang akan mengajar&lt;br /&gt;berusia lanjut, berpenampilan &lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;old fashion,&lt;/span&gt; telah berkeluarga dan sebagainya,&lt;br /&gt;sementara aku...&lt;br /&gt;persis seperti anak SMA&lt;br /&gt;tapi aku tetap akan menekankan pada mereka&lt;br /&gt;bahwa untuk mata kuliah apa pun, mereka harus tetap menaruh respek&lt;br /&gt;dan memberikan usaha terbaik untuk mendapatkan nilai terbaik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-1528694264041697361?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/1528694264041697361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/mahasiswa-generasi-internet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/1528694264041697361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/1528694264041697361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/mahasiswa-generasi-internet.html' title='Mahasiswa Generasi Internet'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-6283539472087668319</id><published>2010-10-17T21:56:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:55:06.687-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reregelo'/><title type='text'>Melancong ke Ibukota demi ITP</title><content type='html'>A dream to continue my study overseas in one circumstances -scholarship- made me went to the central city, Jakarta. That was all for a piece of ITP (&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Institutional TOEFL Program&lt;/span&gt;) result. Well, people say that "there must be something to be sacrificed for the thing you really wanted -and often many". Travelling not for enjoying the environment, visiting nice places, or spending time with your buddies there... not in the real meaning. But at least, I went around 3 parts of Jakarta -from central, east, till the south of Jakarta- by myself and by keeping the most important thing "Jl. Merpati no.21 Halim PK" LOL, that's the address of my family's house anyway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TLvZapFiIcI/AAAAAAAAAZ8/Wlg_cDVYG8w/s1600/P1000414+copy.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;*all images captured, had been moved. in the name of convinience. &lt;em&gt;sorry.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;br /&gt;(pose in front of National Monument Jakarta... The cool architecture -considering that building was built long time ago, when the architecture world in Indonesia isn't as cool as today)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TLvaCTqvjII/AAAAAAAAAaE/Dh0Nk0ONzks/s1600/P1000430+copy.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/TLvbQjeIJqI/AAAAAAAAAaM/Z9JHIehTxkw/s1600/jkrta.gif"&gt;&lt;/a&gt;(pose... in some corners I had waiting for years)&lt;br /&gt;:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;well,&lt;/span&gt; about the ITP itself was held on October 12th, 2010. As a villager let to visit Jakarta by myself for the first time... I went to Neso office in Jamsostek Tower, South Jakarta. That was totally different with the condition in my city. Beside I had to follow the test in such kind of fantastic building... I had to face 'the competition feel' among the participants. The strict rule was applied correctly, and now I hope I can get the best result which fits the minimum score of the administrative requirements. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-6283539472087668319?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/6283539472087668319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/melancong-ke-ibukota-demi-itp.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/6283539472087668319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/6283539472087668319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/melancong-ke-ibukota-demi-itp.html' title='Melancong ke Ibukota demi ITP'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-4516375951477444176</id><published>2010-10-16T05:38:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T19:01:22.298-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='writing contest pb+ 2010'/><title type='text'>Dunia Tanpa Bhineka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dunia bukan dunia jika semua satu warna, dan tak ada aku, kamu, atau mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**jeda**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang cukup lama dengan pikiran yang disesaki berbagai keberagaman ketika mencari sedikit saja cela keseragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit sekali membayangkan hidup tanpa keberagaman. Ketika semuanya hanya satu warna atau homogen jika merunut bahasa ilmiahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sipit, bulat, hitam, putih, keriting, lurus, tinggi, pendek, dan semua keberagaman yang sering terabaikan itu sangat berarti membuat manusia menjadi manusia yang hidup dalam dunia yang sebenarnya. Luangkan waktu sejenak untuk sekedar membayangkan bahwa semua manusia mempunyai ciri fisik hingga sifat yang sama, berkulit putih, tinggi, berambut lurus, dan mempunyai bentuk hingga lekuk tubuh yang sama satu dengan lainnya. Semuanya seperti kumpulan manusia cloning yang tidak akan mengenal kata iri dengan bentuk/ lekuk tubuh manusia lain karena apa yang mereka miliki persis sama dengan yang lain. Maka, kita tak akan pernah mengenal kata keriting, hitam, hingga istilah langsing karena faktanya dalam keseragaman semua hanya satu modelnya, satu bentuknya dan semua persis sama. Entah bagaimana cara berkomunikasi di tengah masyarakat yang persis sama satu dan yang lain, karena nama manusia sendiri tercipta karena adanya perbedaan ciri fisik yang menggambarkan sosok sang empunya nama.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dunia tanpa bhineka, dunia tanpa keberagaman. Ketika semua manusia hanya mengenal satu bahasa… maka tak akan ada pertengkaran antara kelompok orang berbeda asal yang mengalami miskomunikasi karena bahasa yang beranekaragam. Tapi, jika manusia hanya mengenal satu bahasa, maka tak akan ada usaha manusia untuk belajar mengerti bahasa masyarakat dari belahan dunia lain karena keinginan berkomunikasi dan bertukar informasi. Manusia hanya perlu membawa satu kamus besar bahasa saja kalau begitu, dan hidup dalam keterbatasan kosa kata. Tak akan pernah ada materi bahasa serapan dalam pelajaran bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia sendiri mungkin tidak akan pernah dikenal dalam dunia tanpa keberagaman bahasa.&lt;br /&gt;Ketika semua manusia terlahir berkulit putih, maka takkan ada cerita perjuangan bangsa kulit hitam untuk menuntut persamaan hak dan perlakuan yang sama dengan bangsa kulit putih. Takkan ada presiden kulit hitam pertama di tengah masyarakat kulit putih, dan sejarah suatu bangsa tidak akan begitu melibatkan perasaan ketika akhirnya suatu perjuangan menemui titik terang. Jika semua manusia berambut lurus maka takkan ada inovasi alat pelurus rambut yang membuat jutaan wanita rela antri di salon-salon kecantikan demi meluruskan rambutnya dengan alat itu. Jika semua manusia terlahir persis sama dalam dunia tanpa bhineka, hingga semua bentuk daun hanyalah satu rupanya… maka dunia yang seperti itu bukanlah dunia yang sesungguhnya dan membayangkan hidup tanpa keberagaman mengarahkan diri pada jutaan kemungkinan yang membosankan, mengerikan, bahkan tak terbayangkan.&lt;br /&gt;Ya, dunia tanpa bhineka, dunia tanpa keberagaman bukanlah dunia. Manusia tanpa keberagaman tidak akan pernah dikenal sebagai manusia. Bahkan matahari yang membantu melihat keberagaman dengan menebarkan keberagaman itu sendiri lewat MEJIKUHIBINIUnya, pun takkan ada Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika tanpa bhineka itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-4516375951477444176?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/4516375951477444176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/dunia-tanpa-bhineka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4516375951477444176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4516375951477444176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/dunia-tanpa-bhineka.html' title='Dunia Tanpa Bhineka'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2145854261742662096</id><published>2010-10-05T18:35:00.001-07:00</published><updated>2010-10-06T16:02:54.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reregelo'/><title type='text'>Menjalani Potongan Cita-cita</title><content type='html'>Banyak yang ingin ditulis tapi entah kenapa belakangan jadi sangat sulit untuk menuangkannya secara nyata. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Life has been much fun recently&lt;/span&gt;, meski aku masih beradaptasi untuk menjadi satu bagian dari hidupku saat ini. Selalu ada perbedaan dan aku menyesuaikan diri untuk hal-hal yang aku kehendaki, bukan mengubah diri. Sebagian besar aktifitas dimulai setelah makan siang hingga malam (perlu dicatat, aku tidak ada di rumah selama rentang waktu itu). Untuk alasan yang kuat dan cita-cita yang tetap kurengkuh, maka aku menjalaninya. Meski di lain sisi Ayah dan Ibuku saja yang sering mengingatkan bahwa aku menjalani begitu banyak kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;previous posting&lt;/span&gt;, &lt;a href="http://rerenenggelo.blogspot.com/2010/04/aku-sepuluh-tahun-lagi.html"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aku Sepuluh Tahun Lagi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;potongan tulisan yang menjelaskan akan menjadi apa aku sepuluh tahun lagi. Untuk sampai ke waktu itu, di sinilah aku berada saat ini, larut dengan segala aktifitas yang memang harus kulakukan jika aku masih ingin sampai pada saat itu. Melakukan semua yang aku mau sebelum aku sampai pada kata istirahat. Sekarang aku sudah mendapatkan sedikit gambaran bagaimana rasanya menjalani hidup yang demikian. Tubuh bergerak dari satu tempat ke tempat lain, berpacu dengan waktu, turun dari satu bus ke bus yang lain, bertemu banyak orang, menjalankan kegiatan yang berbeda-beda, hingga akhirnya sampai ke pembaringan di ruang pribadi untuk melepas lelah sebelum beraktifitas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang kudapat, untuk mencapai cita-cita sepuluh tahun yang akan datang... maka aku harus bersiap dari sekarang. Menjaga stamina yang sangat krusial untuk manusia hiperaktif &lt;span style="font-style: italic;"&gt;LOL&lt;/span&gt;, meningkatkan kedisiplinan dalam soal waktu jika tidak mau ditegur oleh orang lain (aku sempat kelabakan juga dengan manajemen waktu karena aktifitas yang seolah tidak pernah putus, tak ada jeda dimana kamu bisa meluangkan waktu untuk sekedar nonton infotainment),  memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (lebih merasakan bagaimana harus memanfaatkan 5-10 menit selama di bus untuk bisa membaca ato sedikit belajar), semua proses ini menyenangkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;once again, life has been much fun for me, happy to share with you&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2145854261742662096?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2145854261742662096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/menjalani-potongan-cita-cita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2145854261742662096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2145854261742662096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/10/menjalani-potongan-cita-cita.html' title='Menjalani Potongan Cita-cita'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-4961011125265725327</id><published>2010-04-24T09:26:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:57:10.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='win2blog'/><title type='text'>Aku sepuluh tahun lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/S9MeP7GX6uI/AAAAAAAAAY8/GxkjuH-O0lo/s1600/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika aku seorang Chairil Anwar, 10 tahun mungkin tidak akan memberikan perubahan yang signifikan di sisa 1000 tahun kehidupanku. Tapi aku bukan beliau meski aku ingin hidup jauh lebih lama dari itu untuk merealisasikan semua mimpi-mimpiku. Melihat dokumentasi hidup tentang diri sendiri, tentang seorang aku, dengan segala metamorfosa yang terekam lewat gambar, tulisan, dan cerita sahabat, aku berkata yakin “my life changes a lot”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun yang lalu, aku masih berseragam putih merah. Belum begitu jelas memikirkan bagaimana aku di sepuluh tahun kemudian, tapi satu yang pasti dalam ingatan bahwa aku sudah menanamkan niat yang kuat di dalam hati bahwa “aku ingin ‘dilihat’”. Ada hukum alam yang selalu dibicarakan oleh para tetua sebagai wejangan untuk anak cucunya -dilakukan berulang-ulang hingga mustahil untuk dilupakan- bahwa “hanya dua tipe manusia yang akan dilihat dan diingat oleh dunia, mereka yang sangat baik atau yang sangat buruk. Sangat pandai atau sangat bodoh, berbudi baik atau menjadi kendali di hampir setiap keonaran. Sementara mereka yang berada di antara keduanya atau yang biasa-biasa saja, tidak akan dilihat bahkan sangat potensial untuk dilupakan”. Hukum alam yang rajin diperdengarkan para tetua termasuk para guru semasa sekolah itulah yang kuterapkan dalam rentang waktu sepuluh tahun ini dan akan tetap dijalankan sepuluh atau dua puluh tahun mendatang bahkan di sisa hidup seorang aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita dari tiap motivasi dan proses yang terjadi untuk menata hidup lebih baik. Cerita dan proses yang mungkin tidak begitu penting untuk sebagian orang yang tidak berhubungan dengan cerita atau pun proses itu sendiri, hingga akhirnya aku jadikan bagian dari sekelumit kecil rahasia kehidupan seorang aku. Aku dengan rahasiaku, -dengan semua mimpi dan optimisme serta usaha untuk mentransformasikan jutaan mimpi menjadi realita- menjadi pribadi yang terkesan begitu serius untuk orang-orang disekitarku hingga mereka bingung mencari cara berkomunikasi dengan seorang aku. Mereka sebagai manusia independen dan tidak berkoalisi secara aktif denganku memang mempunyai hak penuh untuk memperlakukan aku sebagai pribadi yang serius dan kaku seperti apa yang sudah mereka gambarkan dalam kepala mereka masing-masing. Dulu aku adalah seorang pemimpi ulung, tapi kini aku sudah terbangun. Aku sudah puas bermimpi di sepuluh tahun sebelumnya dan sekarang aku berada pada fase dimana aku berjalan, berlari kecil, jatuh, bangkit, dan berlari lagi di sisa tenagaku bahkan tak jarang terseok-seok untuk semua mimpi yang akan bermetamorfosa menjadi realita yang mengagumkan di sepuluh tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sepuluh tahun yang akan datang –yang kalau tak berbelok arah mata angin masa depan seorang aku- akan menjadi “orang sibuk” seperti apa yang aku cita-citakan sebelumnya. Aku beri peringatan untuk menahan hati dan lidah untuk tidak mencibir, mencemooh, merendahkan bahkan meragukan semua yang aku kejar. Sedikit peringatan lebih keras untuk menjaga matamu agar tidak terlihat jelas bahwa kamu memandangku dengan sebelah mata bahkan dari ujung bola matamu. Kamu harus mengindahkan peringatan itu sebelum kamu mendengar lebih jauh tentang apa yang akan menimpa seorang aku di sepuluh tahun mendatang. Aku akan menjadi orang sibuk (kamu tidak akan mendengar lebih dari dua kali, akan menjadi apa aku ini di sepuluh tahun mendatang karena aku yakin kamu akan ingat betul). Sepuluh tahun adalah waktu yang cukup bagiku menyalurkan semua keinginan untuk belajar hingga mencapai gelar doktor, meski aku belum akan berhenti di titik itu untuk belajar karena yang aku yakini di sepuluh tahun yang akan datang aku akan berjibaku dengan bermacam-macam penelitian demi mendapatkan gelar prof. Ini bukan perkara gelar yang akan menghiasi namamu di tahun-tahun yang akan datang sebagai pertanda sejauh mana kamu sudah menempuh pendidikan, ini bukan soal prestige yang akan meningkatkan kedudukan sosialmu seiring meningkatnya pendidikanmu –meski itu akan terjadi-, tapi cita-citaku yang menuntut aku menempuh pendidikan sampai ke taraf itu. Aku ingin menjadi seorang reviewer, mulanya karena keuntungan dapat bepergian ke seluruh dunia karena kamu memang akan diakui oleh dunia dengan pendidikan setingkat itu, tapi kemudian alasannya bergeser menjadi ingin membaca semua hasil pemikiran orang di seluruh dunia. Ingin melihat inovasi-inovasi di jaman serba ada dengan sudut pandang, bahasa, latar belakang budaya dan semua sisi yang berbeda dengan seorang aku. Kembali lagi bahwa di sepuluh tahun mendatang aku akan disibukkan dengan berbagai penelitian untuk menyelesaikan studiku sembari bekerja di perusahaan telekomunikasi yang memang linier dengan latar belakang pendidikanku. Bekerja dengan standar jam kerja di negeri ini, berbagi ilmu dengan generasi milenium di sore hari, dan berbagi waktu dengan keluarga di sisa waktuku. Akhir pekan tentu akan menyenangkan melakukan apa yang kamu sukai, dan di akhir pekanku 10 tahun yang akan datang aku akan berusaha menangkap momen-momen di alam raya lewat kedua mata dan lensa kameraku. Minggu petang akan menjadi waktu yang mengasyikkan untuk duduk di sebuah perpustakaan sederhana milikmu yang terkemas rapi dengan semua koleksi buku-buku limited edition, akan lebih menyenangkan berbagi ruang dan cerita bersama sahabat di tempat itu. Itulah yang kuperjuangkan untuk terjadi dalam kehidupanku 10 tahun mendatang. Sekarang kamu bisa mengabaikan semua peringatanku di awal tadi, hingga aku bisa mendengar bahwa kamu berteriak keras bahwa aku hanyalah seorang pemimpi ulung. Tapi dengarlah wahai saudara, pemimpi ini jauh lebih baik daripada kamu yang tak berani bermimpi. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-4961011125265725327?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/4961011125265725327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/04/aku-sepuluh-tahun-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4961011125265725327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4961011125265725327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/04/aku-sepuluh-tahun-lagi.html' title='Aku sepuluh tahun lagi'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-4186016927247371916</id><published>2010-04-21T11:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T09:45:37.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reregelo'/><title type='text'>a bright nite...</title><content type='html'>it's been long time for me not posting anything... but tonight, i just want to share my feeling which i simply call a bright nite. it's no longer nite i think, 01:25, once again... i can say that i have a little strange feeling that definitely cheers me up.. LOL. "it just weird, when 1000 people say No then you are the only one say YES" ... my lovely sentence... tonight.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-4186016927247371916?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/4186016927247371916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/04/bright-nite.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4186016927247371916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/4186016927247371916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/04/bright-nite.html' title='a bright nite...'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-5190549508636684463</id><published>2010-01-29T10:37:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T20:41:49.117-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='XL Award 2009'/><title type='text'>Konvergensi: Melahirkan Entrepreneur Bermodal HP</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya yang berseragam putih merah masih sangat merasa asing dengan adanya pelajaran bahasa inggris, itu pun diajarkan di tahun ajaran terakhir sekolah dasar. Sekarang setelah lebih sepuluh tahun berjalan saya menjadi saksi dimana anak-anak bangsa dari umur 3 tahun pun sudah diperkenalkan dengan bahasa asing itu, sama halnya dengan penggunaan teknologi. Jaman itu semua surat berformat sama dengan dua warna –hitam dan putih- yang dicetak dengan ‘mesin berisik’, tapi sekarang sudah berawrna-warni dan “nggak perlu dikirim lewat pos, bisa dikirim lewat kabel” kata ibu saya yang besar di tengah suara mesin berisik itu. Jaman itu juga komputer masih dianggap barang sakti, sekarang? Itu sudah jadi kebutuhan sekolah anak sekolah dasar. Saya beruntung dilahirkan di tempat yang mengalami kemajuan teknologi cukup pesat, menjadi saksi transformasi teknologi dan perkembangan metode berkomunikasi manusia. Saya tidak harus mencari sinyal di pohon asam atau menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mencari tuan sinyal itu demi berkomunikasi dengan saudara ataupun teman-teman. Semuanya karena perkembangan teknologi. Meski saya jauh prihatin bahwa teknologi informasi dan komunikasi yang saya nikmati dengan leluasa karena tersedia dengan baik di kota saya ini belum dapat dinikmati oleh daerah-daerah terisolir di tanah air. Tapi saya yakin kondisi jaringan telekomunikasi sudah berkembang dan akan terus berkembang ke arah yang lebih baik berkat teman-teman dari Oepoli atau Seliuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbagai mata kuliah semester awal mengokohkan konsep adanya teknologi yakni untuk memberikan kemudahan bagi aktivitas manusia, termasuk teknologi informasi dan telekomunikasi yang memudahkan manusia berkomunikasi satu sama lain tanpa terhambat jarak dan waktu. Berkomunikasi merupakan bentuk kegiatan manusia untuk menjaga hubungan horizontalnya. Perjalanan waktu membawa kebutuhan untuk berkomunikasi ke tingkat yang lebih tinggi hingga pernah salah seorang teman berkata “pulsa itu sudah jadi kebutuhan pokok, setiap orang yang punya HP (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone)&lt;/span&gt; pasti mau sms atau telepon dan semuanya butuh pulsa, jadi kalau bisnis warung pulsa nggak bakalan rugi. Lebih lagi ya buka usaha telekomunikasi” candanya. Saya pun merasa teknologi yang berkembang pesat itu memberikan banyak kemudahan dan menjadi kebutuhan yang melekat pada tiap-tiap orang sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari tas 6kg menjadi HP dalam genggaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk di bangku SMA saya mengandalkan komputer pemberian Bapak untuk mengerjakan semua tugas, Bapak sendiri masih suka mengambil foto dengan kamera berisi roll film di dalamnya dan masih harus memutar kaset untuk mendengarkan musik. Semuanya dengan perangkat yang berbeda dan format ‘jadul’ -istilah anak muda sekarang. Semakin lama semuanya berubah, bertransformasi ke dalam bentuk sekecil-kecilnya. Awal bangku kuliah saya mulai berkenalan dengan laptop yang membuat komputer pemberian Bapak, kamera ber-roll film dan tape jadul kehilangan perhatian sebelum akhirnya tersingkir. Kebutuhan semakin bergeser, tak hanya ingin mengerjakan tugas atau mendengarkan musik dan berfoto dengan kualitas kamera seadanya mengandalkan laptop itu, tapi menjadi ingin semakin memaksimalkan fungsinya. Kemudian muncullah teman baru yang membuat jam tidur praktis berkurang karena rasa ketertarikan yang amat sangat –internet. Membawa saya menjelajah seluruh dunia dan belajar banyak dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;Saat itu saya ingat betul bahwa setiap kali berangkat kuliah atau kemanapun, tak kurang 6kg melekat di punggung. Alhasil, saya sering mendengar pertanyaan tetangga ataupun teman-teman “mau naik gunung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neng&lt;/span&gt;?”. Semuanya karena saya memang harus membawa laptop, charger-nya sendiri plus fan-nya, ditambah kamera saku yang saya andalkan untuk mengambil gambar karena tak memungkinkan menggunakan kamera laptop, saya juga harus menyertakan peralatan tulis dan kelengkapan kecil lain yang kalau kesemuanya ditimbang mencapai 6kg bahkan bisa lebih. Ya, saya harus memikul 6kg itu sendiri karena mungkin dalam perjalanan saya singgah di tempat-tempat yang menyediakan fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wi-fi.&lt;/span&gt; Sekarang, belum sempat saya menyelesaikan penelitian tentang pengaruh peningkatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wi-fi &lt;/span&gt;terhadap menurunnya pengunjung warnet, saya sudah punya hipotesis baru bahwa HP menggeser kedudukan laptop atau notebook terlebih warnet. Teknologi itu tidak berkembang hingga puncak, karena sebelum melesat ke dunia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wi-fi addict&lt;/span&gt; -dimana tempat-tempat penyedia fasilitas tersebut merada di semua pelosok kota dan pemandangan menjinjing laptop sama biasanya dengan membawa buku-buku pelajaran- kita sudah sampai pada suatu masa ketika dunia melesat ke alam audio-visual, virtual, multimedia, dan mobile –dalam genggaman.&lt;br /&gt;Kini, ketika mencoba menengok ke kanan atau ke kiri di tempat-tempat umum, hampir semua orang sudah menggenggam HP canggih -yang tidak hanya memenuhi standar fungsional sebagai media bertelepon atau berkirim pesan saja. Lebih dari itu, menonton TV, berbicara tatap muka, mendengarkan musik, menonton video, mengerjakan tugas kantor, sampai berselancar di internet bisa dilakukan dengan sebuah HP dalam genggaman anda. Melihat dari sisi efisiensi tentu saya juga tidak harus membawa tas 6kg itu kalau kesemua fungsi mulai dari mengambil gambar dengan resolusi tinggi sampai tugas-tugas yang harus dikerjakan dengan laptop dapat saya kerjakan dengan perangkat dalam genggaman itu. Beberapa waktu kemudian barulah saya mengenal istilah konvergensi untuk hal yang saya alami di atas.&lt;br /&gt;Konvergensi sendiri merupakan kondisi dimana terintegrasinya produk-produk yang terpisah-pisah menjadi satu, atau bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi, dan penyiaran dimana penyelenggaraan jasa telekomunikasi memungkinkan telekomunikasi terselenggara melalui media apa saja, termasuk TV, radio, dan multimedia. Manfaat yang paling sederhana yang dapat dirasakan tentunya konvergensi meminimalkan bobot perangkat yang harus dibawa oleh orang per orang, lebih lanjut layanan informasi menjadi lebih beragam dan dapat diperoleh dalam waktu yang singkat dimana saja. Selain manfaat paling sederhana tersebut masih ada banyak manfaat dan perubahan dalam kualitas hidup masyarakat yang lain dengan adanya konvergensi IT dan telekomunikasi itu sendiri. Mulai dari semakin banyak rumah-rumah yang terhubung langsung ke internet karena meningkatnya kebutuhan dan perubahan orientasi pergaulan dimana berkembang paradigma “eksis di dunia maya baru keren” di kalangan remaja yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;notabene&lt;/span&gt;-nya adalah 64% dari total pengguna internet di Indonesia. Kemudian penggunaan media digital yang menggeser kedudukan media konvensional, dimana orang dapat berinteraksi langsung melalui internet dengan biaya yang lebih murah meski terpisah benua. Mereka yang cerdik tentu melihat potensi dibalik mungkinnya orang berkomunikasi dua arah dalam waktu singkat dan biaya murah itu dengan membuat bentuk pelayanan terhadap pelanggan usaha mereka sampai beragam usaha baru yang kemudian dikenal dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;e-commerce&lt;/span&gt;. Transaksi-transaksi dagang sudah sangat banyak diselenggarakan dan memungkinkan siapapun membentuk usahanya dengan media itu termasuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menjadi Entrepreneur Bermodal HP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bermimpi menjadi seorang entrepreneur demi kebebasan berekspresi dan menjadi pemimpin atas diri sendiri hingga upaya membuka peluang baru bagi masyarakat yang lain. Mimpi itu semakin kuat setelah mendengar pendapat David McClelland yang menyatakan bahwa “sebuah negara akan menjadi negara yang sejahtera dengan memiliki setidaknya 2% entrepreneurs dari total populasi”. Namun, kebanyakan cara pandang mahasiswa yang dulu juga sempat mampir ke benak saya yakni bahwa saya harus bekerja dan mengumpulkan modal cukup sebelum menjadi seorang entrepreneur. Benturan itu juga akhirnya membuat saya berusaha menciptakan suatu media untuk mahasiswa mencari donatur usahanya -bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entrepreneurship-kiosk&lt;/span&gt;. Akan tetapi media itu juga masih memerlukan sosialisasi dan proses hingga semua sistem stabil sebelum menelurkan entrepreneur-entrepreneur kampus. Tak bisa menunggu akhirnya saya memanfaatkan beberapa layanan internet untuk membuka usaha &lt;span style="font-style: italic;"&gt;online&lt;/span&gt;, hanya bermodal hobi, sedikit pengetahuan tentang internet, laptop dan koneksi internet gratisan dari orangtua.&lt;br /&gt;Mulanya saya membuat sebuah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; account&lt;/span&gt; di facebook untuk menawarkan produk buatan tangan sendiri berupa aksesoris, kemudian mulai memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan situs jejaring sosial itu untuk mulai mencari remaja putri sebagai target penjualan untuk dijadikan teman di dalam account itu. Saat ini, saya melihat sudah cukup banyak mahasiswa kreatif yang membuka usaha online memaksimalkan fungsi facebook dan produk yang dijual pun beragam, mulai dari aksesoris kecil hingga sepatu atau tas impor. Saya sendiri tetap berjalan dengan pijakan bahwa saat ini ada 20 juta pengguna internet di Indonesia dan 64% nya adalah remaja, otak saya mulai bekerja dan menghitung jika maksimum jumlah teman yang saya miliki di situs itu adalah 5000 orang dan 20%-nya saja yang membeli produk saya dengan rata-rata harga 20 ribu rupiah, saya sudah akan mendapatkan 20 juta. Saya memang bukan berasal dari kalangan ekonom, jadi saya paham betul bahwa hitung-hitungan itu masih sangat kasar tanpa dipotong biaya operasional hingga mendapatkan laba bersihnya karena memang bukan itu yang saya ingin sampaikan. Saya sekedar mengilustrasikan bahwa pasar ini potensial meski untuk ukuran mahasiswa seperti saya.&lt;br /&gt;Saya menerapkan sistem COD (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cash On Delivery&lt;/span&gt;) karena sasaran awalnya adalah pengguna internet di dalam kota, melalui pemesanan via sms ke nomor telepon yang saya cantumkan di account tersebut. Begitulah prosesnya, saya memperkenalkan produk-produk lewat facebook, berinteraksi dengan calon pembeli dengan media yang sama, menerima pesanan via sms, membuat barang sesuai pesanan sebelum diantarkan dan menerima pembayaran saat barang sampai di tangan pembeli. Mulanya memang lancar, tapi lama kelamaan saya mulai kelabakan karena ternyata pasokan internet gratis dari orangtua sering tersendat-sendat seperti pasokan listrik yang suka padam tanpa kompromi. Mulai dari gangguan jaringan di pihap internet service provider, internet yang tidak reliable karena terkoneksi langsung ke server di kantor Bapak yang kebetulan posisinya di dekat rumah –jadi ketika server itu mati maka secara otomatis koneksi internet di rumah pun akan putus. Belum lagi, internet gratisan itu cable oriented karena terhubung ke server lewat jaringan LAN, sehingga saya harus kembali memikul tas 6kg untuk mencari titik-titik hotspot untuk berinteraksi lagi dengan calon pembeli.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah mengenal produk yang dilahirkan oleh proses konvergensi IT dan Telekomunikasi berwujud HP, saya memutuskan untuk menggunakannya demi kelancaran pembelajaran menjadi entrepreneur itu. Kini saya masih menggunakan fasilitas facebook sebagai media promosi produk dan komunikasi dengan calon pembeli, namun tak ada lagi ketakutan akan putusnya koneksi internet ketika saya sedang berkomunikasi dengan calon pembeli. Saya pun dapat lebih leluasa melakukan proses itu dimana saja karena tidak terhambat dengan rentangan kabel. Skala usaha saya memang masih kecil dan belum bisa disandingkan dengan entrepreneur-entrepreneur besar yang ada, tapi setidaknya konvergensi IT dan Telekomunikasi itu telah berhasil mewujudkan mimpi saya dan mimpi mahasiswa-mahasiswa di luar sana. Sekarang mulai hitung menghitung, dengan 1,4 juta penganggur terdidik di tahun 2007, jika 10% dari mereka mulai mengasah otak dan membuka usaha online kreatif apa saja bermodalkan HP, ditambah 10% dari total mahasiswa aktif di seluruh Indonesia yang juga membuka usaha online, maka kita dapat membayangkan berapa banyak entrepreneur yang dimiliki Indonesia dan waktu yang diperlukan untuk menjadi bangsa yang sejahtera akan semakin pendek.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-5190549508636684463?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/5190549508636684463/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/01/konvergensi-melahirkan-entrepreneur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/5190549508636684463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/5190549508636684463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2010/01/konvergensi-melahirkan-entrepreneur.html' title='Konvergensi: Melahirkan Entrepreneur Bermodal HP'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-919936581837775171</id><published>2009-12-14T00:42:00.000-08:00</published><updated>2010-04-18T16:05:31.610-07:00</updated><title type='text'>gurusenusantara.com: mimpi seorang anak Sumatera</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SyYLFJ_ldtI/AAAAAAAAAY0/9SgeYQ6LsDE/s1600-h/101_2431.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SyYLFJ_ldtI/AAAAAAAAAY0/9SgeYQ6LsDE/s320/101_2431.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415027785169467090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdiri di atas negeri yang sama, berucap dengan bahasa yang sama, belajar melalui tiga jenjang yang ditetapkan oleh pemerintah yang sama, dan menggunakan seragam yang sama ternyata belum dapat menghapuskan dikotomi/ pengkotak-kotakan dalam hal pendidikan. Masih ada anggapan bahwa, murid-murid di pulau Jawa mempunyai kemampuan akademik di atas anak-anak di luar Jawa pada umumnya. Aku anak Sumatera, dan anggapan atau pemikiran seperti itu makin sering ku dengar di detik-detik terakhir masa SMA dulu. Banyak pihak di sekolah yang pesimis tentang jumlah lulusan yang akan mendapat kursi di universitas-universitas ternama di pulau Jawa. Sikap pesimistis yang tertangkap oleh para murid kemudian berkembang menjadi suatu tekad pembuktian bahwa anak Sumatera mampu, kemudian keberhasilan menjadi sesuatu yang sangat membangggakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika semua fenomena dikotomi itu melesat dalam benak, aku teringat kalimat Ayah: “dimanapun kita belajar kalau kita betul-betul belajar, kita akan mendapatkan yang terbaik tapi jika kita tidak betul-betul serius menimba ilmu, kita tidak akan pernah berhasil meski bersekolah di tempat paling berkualitas sekalipun”. &lt;i style=""&gt;Jadi apa yang sebetulnya membuat orang beranggapan bahwa murid di Pulau Jawa lebih berkualtias dibandingkan murid di luar jawa? Apa memang karena Jawa menjadi pusat pemerintahan sehingga sekolah-sekolah di sana mendapatkan fasilitas dan metode belajar yang setingkat di atas fasilitas dan metode belajar di luar Jawa? &lt;/i&gt;Pertanyaan itu yang selalu terngiang. Pertanyaan itu jugalah yang membawaku pada suatu mimpi yang belum terwujud hingga kini dan mungkin terdengar agak konyol. Mimpi seorang anak Sumatera yang ingin sama-sama diperhitungkan dengan anak-anak di pulau Jawa yakni: bisa belajar dari semua guru di nusantara. Tapi jangan laporkan aku pada polisi jika kuberitahu alasan semua itu. Aku sangat ingin mencuri dari mereka semua, mencuri ilmu dan motivasi, serta kunci sukses yang mungkin belum kudapatkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mimpi itu tentu akan sangat konyol jika diwujudkan dengan berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah yang lain di daerah yang berbeda pula, terlebih lagi jika aku harus menyeberang lautan untuk belajar dari guru-guru Kalimantan atau Papua misalnya. Melihat kenyataan aku terbentur dan terhimpit pada tembok waktu, tenaga, dan materi yang harus dikeluarkan untuk mewujudkan sebuah mimpi. Kini aku bagi mimpi itu, mimpi belajar dari guru senusantara yang kukemas dalam metode yang dapat diterima akal dan tidak sulit untuk diwujudkan di tengah keberadaaan teknologi informasi dalam &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;gurusenusantara.com&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;gurusenusantara.com adalah pemanfaatan internet dalam bentuk website yang akan menghubungkan seluruh murid dan guru di seluruh nusantara. Tentu murid tersebut adalah mereka yang selalu merasa haus dan mempunyai semangat untuk terus belajar diluar sekolah. gurusenusantara.com memuat profil guru-guru seantero nusantara yang diatur dalam peta lokasi guru yang bersangkutan. Peta lokasi guru menunjukkan profil guru yang dapat diakses, asal sekolah dan daerah asalnya yang akan memudahkan pencarian/ pilihan para murid yang mengakses gurusenusantara.com. Fasilitas tersebut memungkinkan murid-murid dari berbagai sudut di nusantara mengakses profil dan fitur terkait dengan guru-guru tersebut, misalnya kamu yang ada di Papua dapat terhubung dan belajar dengan pengajar di Aceh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fitur yang disediakan gurusenusantara.com tentu sangat variatif dan bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan memudahkan pemahaman para murid yang mengakses, antara lain bahan ajar yang disusun oleh para guru dalam format perangkat ajar berbasis multimedia. Perangkat ajar dikemas dengan memadukan teknologi audio dan visual yang lebih atraktif bagi para murid, perangkat ajar tersebut dapat diunduh untuk dipahami lebih lanjut meski tidak terhubung dengan gurusenusantara.com. Selain itu, ada fasilitas &lt;i style=""&gt;video conference&lt;/i&gt; memanfaatkan layanan &lt;i style=""&gt;skype&lt;/i&gt; atau layanan video conference lain yang membuat murid dari seluruh nusantara dapat mengikuti kegiatan belajar yang sama dimana guru tersebut mengajar pada kenyataannya. Kegiatan belajar yang sama, berarti di dalamnya ada metode penyampaian yang sama dan kalimat yang diucapkan pun sama, sehingga kebersamaan dan kesetaraan dapat diwujudkan disini. Guru yang bersangkutan juga menyediakan tautan (&lt;i style=""&gt;link&lt;/i&gt;) yang terkait dengan bahan ajar, misalnya referensi buku, tautan website yang memuat materi tertulis, tautan &lt;i style=""&gt;youtube &lt;/i&gt;yang merupakan acuan dari luar sesuai dengan bahan ajar, dan link untuk bertanya lebih lanjut ke guru yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hal yang sangat menyenangkan bisa belajar dari guru se-nusantara. Itu mimpiku, seorang anak Sumatera. Suatu saat pasti terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-919936581837775171?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/919936581837775171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/12/gurusenusantaracom-mimpi-seorang-anak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/919936581837775171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/919936581837775171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/12/gurusenusantaracom-mimpi-seorang-anak.html' title='gurusenusantara.com: mimpi seorang anak Sumatera'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SyYLFJ_ldtI/AAAAAAAAAY0/9SgeYQ6LsDE/s72-c/101_2431.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-3050310998738722726</id><published>2009-08-31T02:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T17:53:23.321-07:00</updated><title type='text'>GEPENG: Eksploitasi Amal Saat Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpxvNy8_tOI/AAAAAAAAAYs/voSlg710hC8/s1600-h/bukan+aku+ingin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpxvNy8_tOI/AAAAAAAAAYs/voSlg710hC8/s320/bukan+aku+ingin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376294337980118242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mangkok-mangkok plastik kecil dengan beberapa recehan di dalamnya, dan tangan menengagadah milik perempuan dan laki-laki tua penuh kerut pahatan hidup di atasnya lengkap dengan wajah memelas menggugah simpati hingga tangan bergerak merogoh saku untuk tak segan mengeluarkan lembaran-lembaran rupiah. Tak sampai satu meter dari sang penegadah sebelumnya, kondisi yang sama akan terlihat lagi. Bak jamur di musim penghujan. Menjamurnya GEPENG (GEladanangan dan PENGemis)memang tak ada kaitan dengan musim penghujan karena cuaca memang tak lagi tentu di tengah saat ini, kondisi tersebut justru sangat erat kaitannya dengan bulan suci Ramadhan. Ya, GEPENG mulai menjamur sejak beberapa hari menjelang Ramadhan. Dari Ramadhan ke Ramadhan, kondisinya sama bahkan lebih buruk karena jumlahnya yang meningkat dan pemandangan orang-orang yang tergerak hatinya itu menjadi pemandangan yang sangat sangat lumrah. Seperti diketahui bahwa Allah menjanjikan umatnya ganjaran berlipat-lipat untuk amal sekecil apa pun di bulan Ramadhan, sehingga para umat muslim yang berusaha mendapatkan ridha Allah akan sangat berusaha meningkatkan amalnya dengan salah satunya memberi sedeqah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;             Ironisnya, kondisi tersebut justru dieksploitasi orang-orang malas, putus harapan, dan berfikir pendek hingga menggantungkan hidup dari welas asih pemberi sedeqah di bulan Ramadhan. Ini bukan suatu bentuk ungkapan kemarahan personal karena sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang mampu, secara lahiriah. Mereka mempunyai fisik yang sempurna yang dapat sangat membantu mereka mendapatkan pekerjaan halal yang lebih layak selain menengadahkan tangan, meminta-minta dari para dermawan. GEPENG tak lagi menjadi kondisi tapi sudah menjadi profesi. Bukan kondisi serba kekurangan dari segi lahiriah misalnya yang memberikan berbagai keterbatasan kepada mereka untuk dapat menghidupi diri sendiri, tapi telah menjadi profesi karena dari sebagian besar GEPENG Ramadhan itu adalah GEPENG musiman. Orang-orang yang meninggalkan pekerjaannya dan beralih profesi menjadi GEPENG kala Ramadhan. Bukan tanpa sebab, melainkan karena hasil dari eksploitasi amal kaum muslim -yang &lt;i style=""&gt;notabene&lt;/i&gt;-nya merupakan mayoritas penduduk negeri- akan jauh lebih menjanjikan.&lt;br /&gt;Para pemberi sedeqah sendiri yang telah sangat terbiasa menyalurkan sedeqahnya pada mangkok-mangkok plastik di sepanjang jembatan atau di perempatan jalan akan dibahwa pada pilihan tetap menyalurkan pada mangkok-mangkok itu atau mencari media distribusi sedeqah yang lebih dapat dipercaya hingga apa yang diberi sampai pada tangan yang betul-betul membutuhkan. Sejatinya, semua itu tidak akan menjadi permasalahan karena telah diniatkan untuk memberi, namun akan lebih baik jika kita tahu bahwa pemberian itu akan sampai di tempat yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-3050310998738722726?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/3050310998738722726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/gepeng-eksploitasi-amal-saat-ramadhan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3050310998738722726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3050310998738722726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/gepeng-eksploitasi-amal-saat-ramadhan.html' title='GEPENG: Eksploitasi Amal Saat Ramadhan'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpxvNy8_tOI/AAAAAAAAAYs/voSlg710hC8/s72-c/bukan+aku+ingin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-2497358904889198370</id><published>2009-08-31T02:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T23:42:52.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lomba blog dijaminmurah.com'/><title type='text'>17 Agustus: Apakah Hanya Nasionalisme Satu Hari?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpucZMh_q_I/AAAAAAAAAYM/_RnrLNUROUg/s1600-h/101_0776.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpucZMh_q_I/AAAAAAAAAYM/_RnrLNUROUg/s320/101_0776.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376062536871291890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upacara. Kegiatan wajib di hari kemerdekaan setiap tahunnya, di mana setiap orang yang berkesempatan mengikuti upacara pengibaran Merah Putih dan mendengar naskah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, lagi. Sekolah, kantor, dan tempat-tempat lain mempersiapkan Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbeda dari upacara-upacara senin dan hari nasional lain. Ini upacara spesial, meyangkut titik awal sejarah bangsa ini. Lain sisi, merah putih berkibar gagah di setiap tiang-tiang jalan, perkantoran, hingga pemukiman warga. Pernak-pernik khas hari proklamasi mendominasi seluruh negeri. Masyarakat pun berusaha tampil matching di hari itu dengan menyiapkan kostum khusus merah putih tanda keikutsertaan dalam pesta kemerdekaan seantero negeri. Beberapa hari bahkan satu minggu sebelum hari H, 17 Agustus, berbagai perlombaan rakyat yang hanya ada di bulan Agustus digelar. Sembilan tahun lalu, saya masih aktif ikut dalam berbagai perlombaan yang ada. Ya, sembilan tahun lalu, kala saya pun masih memakai seragam merah putih. Lomba makan kerupuk, membawa kelereng dengan sendok, memindahkan bendera dari satu botol ke botol lain, memasukkan paku dalam botol dan benang dalam jarum, dan mengambil koin pada labu yang coreng moreng, itulah segenap lomba khas Agustusan kata orang, yang selalu ada di bagian memori seorang anak Indonesia ini. Lain sisi, para remaja dan generasi tua akan menyiapkan acara penuh musik-musikan alias panggung hiburan untuk warganya. Rutin, satu tahun sekali. Kota besar? Saya rasa setiap Indonesia dapat melihat dan merasakan sendiri bagaimana bentuk kemeriahan dan semarak 17 Agustus, wujud suka cita di kota-kota besar lewat layar kaca. Meriah, bahkan sangat meriah.   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, 17 Agustus sudah lewat, merah putih tak lagi mendominasi jalan-jalan, meski masih berkibar di tiang-tiang perkantoran lewat upacara rutin setiap minggu. Berbagai perlombaan rakyat tak lagi digelar, semua usai kala setiap pemenang dari perlombaan tersebut mendapatkan hadiah di penghujung acara. Saat lomba berlangsung, semua terlarut dalam kemeriahan suasana, segelintir saja yang mencermati dan dapat mengambil nilai di balik serangkaian perlombaan itu bahwa untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan kita harus berusaha dan berkorban, serta bersaing dengan orang lain, begitu juga dengan kemerdekaan.Para pahlawan tak hanya berkorban waktu dan keringat, tapi juga darah dan seluruh jiwa demi kemerdekaan. Panggung hiburan yang digelar tak lagi mengusung tema Pesta Kemerdekaan atau Dirgahayu Bangsaku dan sederet tema-tema nasionalis lainnya. Panggung hiburan kala 17 Agustus pun tak menyisakan kesan mendalam yang berbulan-bulan tak hilang, selain meriah, banyak artis ibu kota, dipadati ribuan orang yang berdiri di tanah lapang, hingga kembang api. Adakah yang coba tinggal hingga panggung dan lapangan itu kosong? Apa yang tersisa? Serakan sampah sisa makan minum yang penikmat panggung hiburan yang akan menjadi urusan petugas kebersihan kemudian. Sisanya?&lt;br /&gt;  Tahun ke tahun, semuanya akan sama. Menjelang 17 Agustus, seluruh negeri bergegas menyiapkan seluruh kegiatan khas Agustusan, namun setelahnya? Usai tanpa geming hingga persiapan 17 Agustus berikutnya digelar dan acara-acara tahun sebelumnya dikumpulkan dalam tayangan flashback perayaan 17 Agustus. Inikah wujud nasionalisme? Untuk satu hari semua berlomba-lomba menunjukkan sikap nasionalis dan berusaha menterjemahkan nasionalis itu ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari pakaian, atribut, hiasan rumah, hingga ke perlombaan. Hanya di 17 Agustus kita bisa melihat merah putih menjadi warna yang mendominasi karena dibanggakan, hanya di 17 Agustus kita bisa melihat berbagai perlombaan syarat nilai perjuangan, hanya di 17 Agustus kita bisa melihat perayaan pesta rakyat, dan hanya di 17 Agustus nasionalisme menjadi meluap-luap. Adakah semua kegiatan 17 Agustus hanya untuk 17 Agustus itu sendiri? Apakah 17 Agustus hanya bentuk Nasionalisme satu hari?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-2497358904889198370?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/2497358904889198370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/17-agustus-apakah-hanya-nasionalisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2497358904889198370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/2497358904889198370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/17-agustus-apakah-hanya-nasionalisme.html' title='17 Agustus: Apakah Hanya Nasionalisme Satu Hari?'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpucZMh_q_I/AAAAAAAAAYM/_RnrLNUROUg/s72-c/101_0776.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-3081571184731375606</id><published>2009-08-25T18:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T20:05:35.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritikustapibukantikus'/><title type='text'>Kontroversi Miss Universe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpSh-vrzvEI/AAAAAAAAAX8/Z36XoKEPmrk/s1600-h/Aug2409-News-MissUniverse1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpSh-vrzvEI/AAAAAAAAAX8/Z36XoKEPmrk/s320/Aug2409-News-MissUniverse1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374098354684017730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ajang pemilihan ratu sejagad itu memang telah berlalu dan berhasil membawa putri venezuela sebagai juara. Stefania Fernandez, gadis berdarah campuran Ukraina, Galician, dan Polindia yang mewakili venezuela dan berhasil menjadi Miss Universe ke-58 di Bahama, baru berusia 18 tahun namun telah mengukir prestasi dalam kapasitas yang luar biasa. Tanah air sendiri belum berkesempatan untuk menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut. Bahkan keikutsertaan wakil Indonesia di ajang tersebut masih menuai kontroversi beberapa pihak dari tahun ke tahun. Sebetulnya kontroversi itu sekaligus menunjukkan bahwa semua elemen bangsa ini peduli akan apa yang dilakukan pemuda-pemudi tanah air, namun bentuk kepedulian itu satu sisi positif dan lain sisi negatif.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama ajang tersebut berlangsung, Departemen pariwisata Indonesia, para sponsor, alumni putri Indonesia yang pernah ikut dalam kegiatan serupa, juga keluarga dan masyarakat umum tentu dalam keadaan harap-harap cemas akan kontribusi wakil Indonesia di ajang tersebut. Semua berharap Indonesia dapat memberikan yang terbaik, dapat membawa budaya dan karakter bangsa dalam setiap tutur kata dan gerak si wakil Indonesia. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa ada pihak yang menanti kesalahan terjadi seiring tak diberikannya restu mengikuti ajang tersebut. Sesi baju renang merupakan salah satu sesi yang mendasari kontroversi. Tidak sesuai dengan budaya bangsa. katanya. Dalam bahasa pribadi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;in my personal belief&lt;/span&gt; tepatnya, ajang Miss Universe merupakan kegiatan pemilihan putri terbaik dari semua peserta yang dikemas dengan sangat berkualitas. Memberikan penilaian berdasarkan banyak aspek dan dinilai oleh orang-orang berkompeten kelas dunia. Para putri peserta pemilihan tersebut tentu akan dinilai melalui kecerdasan, tingkah laku, dan kecantikan, dan untuk sesi baju renang menurut saya adalah suatu bentuk penilaian akan kecantikan wanita yang dapat diterima oleh semua peserta Miss Universe sehingga mereka memutuskan untuk mengikuti ajang tersebut. Jadi, semua peserta sudah paham betul akan adanya penilaian dari sisi itu. Tidak ada kegiatan melecehkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; mereka tidak berpose yang melecehkan diri mereka sendiri. Terelepas dari semua kontroversi yang terjadi, sebagai komponen bangsa Indonesia tentu kita sangat mengharapkan peran yang lebih baik dari wakil-wakil Indonesia mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-3081571184731375606?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/3081571184731375606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/kontroversi-miss-universe.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3081571184731375606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3081571184731375606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/kontroversi-miss-universe.html' title='Kontroversi Miss Universe'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/SpSh-vrzvEI/AAAAAAAAAX8/Z36XoKEPmrk/s72-c/Aug2409-News-MissUniverse1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-1873004841915104695</id><published>2009-08-13T22:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-14T02:45:47.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kritikustapibukantikus'/><title type='text'>Ledakan Emosi, Bullying isn't a tiny case</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.bridgmanschools.com/staff/pages/juliebender/images/bully7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 291px; height: 211px;" src="http://www.bridgmanschools.com/staff/pages/juliebender/images/bully7.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bullying&lt;/span&gt;: kegiatan intimidasi pada orang yang lebih lemah sehingga orang tersebut melakukan sesuatu atau memberikan dampak tertentu (dalam ruang lingkup negatif). Tindakan intimidasi dapat berupa kata-kata maupun intimidasi melalui perlakuan fisik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bullying&lt;/span&gt; sendiri memang masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia, namun bentuk perlakuan itu sebetulnya sudah berlangsung sejak lama -tepatnya sejak manusia mempunyai keinginan untuk terlihat lebih baik dari yang lain atau sejak manusia menyadari kondisi kuat lemah masing-masing individu. Seperti yang diungkapkan Thomas Hobbes dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;homo homo nilupus&lt;/span&gt;-nya, yang dengan kata lain manusia adalah serigala bagi manusia lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    Efek&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;B&lt;/span&gt;ullying&lt;/span&gt; setidaknya ada dua, membuat korbannya menjadi pemberontak dengan kata lain menjadi sama kasarnya dengan tindakan yang diterima, atau justru menyimpan semua permasalahan itu sendiri karena kurangnya keterbukaan/ komunikasi dengan orang-orang terdekat. Efek kedua dimana seorang korban bullying menyimpan, menumpuk, dan menahan semua perlakuan yang tidak disukainya selama jangka waktu tertentu akan menyebabkan ledakan emosi di satu waktu, tepatnya ketika merasa tidak lagi memiliki kemampuan untuk menghadapi semua masalahnya. Setidaknya itulah yang dialami oleh salah satu selebriti tanah air ini, yang kasusnya menghebohkan jagat maya sejak dua hari terakhir. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well,&lt;/span&gt; tidak berniat untuk membahas kontroversinya, tapi melihat dari sisi psikologisnya.&lt;br /&gt;    Sang Bunda beranggapan bahwa memang ada pertengkaran ala anak SD yang dialami oleh artis tersebut, namun itu bukanlah hal yang besar. Akan tetapi statemen tersebut harus diubah,. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bullying isn't a tiny case&lt;/span&gt;! Justru tindakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bullying &lt;/span&gt;yang berada di balik layar pertengkaran anak SD lebih berbahaya karena jangka waktu untuk efek yang diberikan akan lebih panjang (jika korban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bullying&lt;/span&gt; memilih untuk menahan dan menyimpan masalahnya) dan penyikapan terhadap tindakan bullying yang dialami bisa saja tidak tepat karena usia kanak-kanak yang memang belum terorganisir emosinya. Lebih lanjut, korban bullying masa kanak-kanak tersebut akan memiliki emosi yang labil dan mudah terganggu psikologisnya ketika menghadapi tekanan-tekanan lain. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Be care of your environment, watch out all action of bullying! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-1873004841915104695?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/1873004841915104695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/ledakan-emosi-bullying-isnt-tiny-case.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/1873004841915104695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/1873004841915104695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/08/ledakan-emosi-bullying-isnt-tiny-case.html' title='Ledakan Emosi, Bullying isn&apos;t a tiny case'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-3929059357830065853</id><published>2009-07-10T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T22:32:44.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><title type='text'>Ada yang hilang dalam diam...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bak semangat yang tergerus enggan,&lt;br /&gt;Bak rasa yang tersingkir jarak,&lt;br /&gt;Bak euforia yang memudar setelah klimaks,&lt;br /&gt;yang tumbuh dalam diam,&lt;br /&gt;rasa hilang, kehilangan, membahana kenangan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sugesti mendominasi,&lt;br /&gt;menyusup semua sisi otak tanpa celah...&lt;br /&gt;menghasilkan satu doktrin tunggal&lt;br /&gt;"kehilangan"&lt;br /&gt;bak terenggut dari genggaman erat,&lt;br /&gt;cepat bagai kilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kilas balik tampil laksana film tayang ulang,&lt;br /&gt;yang ku simpan,&lt;br /&gt;yang ku hargai...&lt;br /&gt;yang ku yakini sebagai milik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka,&lt;br /&gt;waktu itu,&lt;br /&gt;dia,&lt;br /&gt;terenggut, terampas, dan terhempas&lt;br /&gt;Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-3929059357830065853?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/3929059357830065853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/07/ada-yang-hilang-dalam-diam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3929059357830065853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/3929059357830065853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/07/ada-yang-hilang-dalam-diam.html' title='Ada yang hilang dalam diam...'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-7343842385049133268</id><published>2009-05-11T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T22:39:12.169-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara.nenggelo'/><title type='text'>berhenti pada kata menanti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oleh. rere.nEnggeLo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Semua orang menyimak&lt;br /&gt;tenggelam dalam syahdunya doa&lt;br /&gt;semua bersyukur,&lt;br /&gt;atas karunia yang tak terukur&lt;br /&gt;America to America&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah bangsaku demikian?&lt;br /&gt;Diam dalam doa&lt;br /&gt;Hanyut dalam perenungan&lt;br /&gt;Menghargai orang lain, mereka yang bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum,&lt;br /&gt;Belum dapat,&lt;br /&gt;selama mantra-mantri itu&lt;br /&gt;masih ditegur presiden di tengah rapat&lt;br /&gt;selama pejabat-penjahat itu&lt;br /&gt;masih tenggelam dalam kantuk&lt;br /&gt;setelah dalu memainkan kartu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Indonesiaku...&lt;br /&gt;Kapan penantian sampai di gawang harapan?"&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, kata-kata itu menyeruak keluar setelah menyaksikan acara pelantikan presiden AS ke-44  beberapa waktu lalu, tapi goresan tintanya termangu diantara lembaran kertas buku harianku saja. Hingga akhirnya terpaksa tampil karena aku begitu jengah melihat layar kacaku yang mendadak homogen di semua salurannya. Terkesan seperti dieksploitasi masal oleh semua pihak yang berkepentingan dan memiliki daya untuk mengeksploitasinya. Begitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;out of control&lt;/span&gt;, sehingga kata-kata yang terlontar dari berbagai pihak sudah tidak layak tampil mengingat citra yang ditampilkan masing-masing pihak tersebut selama ini. Kharismatik, sabar, bijaksana, berwibawa dan intelek, rasanya semua menguap sia-sia di balik ambisi yang mendominasi.&lt;br /&gt;Ricuh penolakan hasil pemilu legislatif, isu pemilu yang diulang sampai isu memboikot pemilu presiden juga tenggelam begitu saja karena semuanya hanya bisa mendapatkan apa yang dikehendaki melalui satu pintu yang sama, jadi mau tidak mau ya harus menyamakan titik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;start&lt;/span&gt;-nya. Akan tetapi, dari kacamata seorang rakyat alangkah kurang etisnya jika persaingan itu begitu terbuka di hadapan publik dengan metode persaingan yang demikian tak terkendalinya. Semua tahu bahwa pemilu adalah bentuk kompetisi yang sejatinya mempertandingkan manusia-manusia kompeten yang pantas bersaing satu sama lain dengan metode-metode yang sarat akan intelektualitas, dan pasti ada pemenang dari proses tersebut. Sisi lainnya tentu memperlihatkan kekurangberuntungan pihak yang kalah. Namun, semuanya tak tergambar saat ini, yang ada hanyalah ambisi kemenangan yang meluap-luap di balik visi misi membangun bangsa. Lantas kepada siapa rakyat harus percaya dan mempercayakan harapan-harapannya akan bangsa ini? Akan jadi apa negara yang berdiri tanpa kepercayaan rakyatnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-7343842385049133268?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/7343842385049133268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/05/berhenti-pada-kata-menanti.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7343842385049133268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/7343842385049133268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/05/berhenti-pada-kata-menanti.html' title='berhenti pada kata menanti'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6767955653074294199.post-8637694855588899381</id><published>2009-04-30T01:13:00.000-07:00</published><updated>2012-01-09T17:56:29.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kompetiblog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='studidibelanda'/><title type='text'>Ambition to be Member of Global Community</title><content type='html'>&lt;a href="http://kompetiblog.studidibelanda.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://kompetiblog.studidibelanda.com/wp-content/uploads/2009/03/kompetiblogbadge-neo.png" /&gt;&lt;/a&gt;Actually it’s just an intermezzo article between two previous articles about study in holland: ticket to a global community. Here are some photographs about I and some of my friends who have the same ambition to be member of global community, then we named our friendship as global community. &lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;we are global community… ^^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 260px; DISPLAY: block; HEIGHT: 189px; CURSOR: pointer" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330420475770096274" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/Sfl1LlG-ypI/AAAAAAAAAWo/xmPC0y03bEE/s200/IMG_0123+copy.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;how could you recognize us?? let see the logo… ^^ it’s so easy to be remember and hard to be forgotten if you’ve known all the member…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6767955653074294199-8637694855588899381?l=nenggelo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nenggelo.blogspot.com/feeds/8637694855588899381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/04/ambition-to-be-member-of-global.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/8637694855588899381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6767955653074294199/posts/default/8637694855588899381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nenggelo.blogspot.com/2009/04/ambition-to-be-member-of-global.html' title='Ambition to be Member of Global Community'/><author><name>rere</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06178286544085495835</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-Zqx8fcWJ3YQ/TwuVdeObESI/AAAAAAAAAgw/0Q3yQ6UN1lI/s220/402700_3019432093072_1480766024_3095089_1182842664_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A90CcM5A1PE/Sfl1LlG-ypI/AAAAAAAAAWo/xmPC0y03bEE/s72-c/IMG_0123+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
